SILAHKAN GUNAKAN FASILITAS "SEARCH" pojok kanan atas
untuk mencari judul skripsi yang di inginkan

pemesanan => Hub: 0857-351-08864

Tuesday, June 7, 2011

meningkatan moral siswa melalui pendidika


Kode     : 012
Judul     : usaha lembaga pendidikan meningkatan moral siswa melalui Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Sutojayan  Lodoyo Blitar.
========================

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.
Dalam dunia pendidikan seorang guru tidak lepas dari yang namanya murid, hal inilah yang menyebabkan adanya inteaksi antara keduanya karena saling membutuhkan. dengan hal itu perubahan hubungan siswa dengan guru tidak lepas dari prilaku mereka yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan moral atau tingkah laku tidak lepas dari perjalanan hidup manusia. Hal ini akan terus berubah seiring dengan perubahan yang dihadapinya dalam kesehariannya. Sesuai dengan adanya perubahan tersebut tantangan hidup semakin berat dan ringan. Akan tetapi jauh lebih berat bila generasi muda tidak memiliki moral yang baik, Yang dibutuhkan dalam hal ini ialah kewaspadaan dan setrategi dalam mengarahkan mereka. Tidak hanya itu kita harus memiliki metode dan konsep baru yang lebih aktual dalam mensiasasati. Karena dengan munculnya arus perubahan  gelombang globalisasi dan tren masakini lebih cepat terasa  dibandingkan dengan usaha pendidikan selama ini.
Krisis moral saat ini sungguh berat dan luar biasa. Seakan-akan prilaku, sikap, pergaulan yang negatif yang dilakukan adalah kebiasaan dan kebudayaan. Seolah yang terjadi seperti hukum rimba yang mana yang kuat itulah yang berkuasa dan meninggalkan yang lemah. Akan tetapi dengan adanya hal tersebut pemerintah seakan-akan tidak ambil pusing dengan adanya kejadian itu. Hal inilah yang dirasakan lapisan masyarakat dan penyebab utamanya adala kurangnya didikan moral dalam pemerintahan. Dengaan adanya masalah moral yang menyimpang maka akan memperburuk keadaan para generasi muda kita dalam mengembangkan kemajuan bangsa ini.
Fenomena ini akan berdampak pada pemerintahan itu sendiri, karena pendidikan yang salah akan membawa generasi muda menuju ambang ke hancuran. Abudimata dalam artikelnya menyatakan bahwa penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat kususnya angkatan muda dan anak-anak sekolah amat di sayangkan dan sangat mencoreng dunia pendidikan(Abidatun,1983:43). Kenyataan ini merupakan indikasi adanya kegagalan pembinaan moral keagamaan melalui institusi formal pendidikan yang di selenggarakan.

Selain itu Tolkhah Hasan juga berpendapat bahwa kemrosotan moral yang terjadi akhir-akhir ini salah satu penyebab keringnya nilai nilai kemanusiaan dalam kurikulum nasional. Fenomena ini sangat mengkhawatirkan, karena sudah menjalur dalam masa sekarang dan tidak dipungkiri lagi banyak kejadian kejadian yang menipa mereka yang tidak di kendalikan oleh pendidikan. Banyak terjadinya pelecehan seksual yang timbul dalam kalangan muda-mudi yang masih merasakan nikmatnya pendidikan dalam lingkunganan sekolah. Lebih parah lagi mereka tidak mempunyai rasa bersalah melakukan hal demikian.
Memang tidak semua golongan muda atau pelajar kita melakukan hal- hal negatif tersebut, akan tetapi hal yang sedikit itu mudah membawa pengaruh dan pergaulan terhadap yang lain, hingga makin hari jumlahnya terus meningkat. Hal inilah yang sesugguhnya harus di atisipasi oleh keluarga sebagai media pokok dan penentu keberhasilan anak. Latas dalam dalam hal ini munculah pertanyaan dimanakah letak fungsi dan peranan pendidikan agama dalam peningkatan akhlak dan moralitas bangsa?. Para pakar pendidikan menyatakan bahwa kemerosotan moral yang terjadi di sebabkan banyak faktor, salah satunya adalah kurang efektifnya pembinaan yang dilakukan oleh rumah tangga, sekolahan dan masyarakat. Pembinaan yang dilakukan oleh institusi tersebut tidak berjalan seimbang dengan ketentean yang disepakati.
Keluarga merupakan institusi yang utama dan pokok dalam masalah pendidikan karena keluarga merupakan tempat dimana mereka melakuan yang seharusnya mereka lakukan, dengan keluarga maka mereka dapan mengenal apa yang belum pernah mereka dengar. Menurut Zakaria Derajat, moral bukanlah suatu pelajaran yang dicapai dengan mempelajari saja, tetapi tanpa pembinaan dalam kesehariaan dalam hidup bermoral sejak dini (Zakiria Derajat, 1979:56)
.  Selain itu peranan sekolah sangatlah membantu karena dengan adanya sekolah maka pendidikan yang tidak dapat  di rumah akan mereka dapatkan di dalam sekolah. Sekolah mempunyai fungsi sebagai pembina dan pendidikan moral. Sekolah hendaknya mengusahakan lapangan bagi tercapainya pertumbuhan pengembangan mental dan moral pesertadidik. Dengan demikian sekolah merupakan lapangan sosial bagi anak-anak, dimana pertumbuhan mental, moral, dan sosial serta segala aspek kepribadiaan dapat berjalan dengan baik. Dalam sebuah sekolahan harus mempunyai metode dan strategi yang efektif dalam pelaksanaannya selain itu pendidikan agama hendaknya dilakukan secara intensif berkesinambungan, baik dalam kelas maupun di luar kelas.
Memang dalam masa sekarang kemajuan globalisasi sangat berdampak pada anak baik dapak positif atau negatit. Dengan adanya perubahan itu maka mereka akan merasakan apa yang terjadi dalam zaman ini, hal inilah yang sangat penting supanya mereka tidak menjadi kuper (kurang pergaulan). Pendidikan moral dalam masa sekarang sangatlah di butuhkan , karena pada dekade ini moral masarakat kita sangat minim. Hal ini dapat dilihat dari berbagai agama yang berada di dalam negara kita yang semuanya mengajarkan moral dan etika. Sementara itu menurut Fazlur Rahman mengatakan bahwa inti ajaran dari agama ialah moral yang bertumpu pada kenyakinan kepercayaan pada tuhan (Fazlu Rahman, 1983:46)
 Dari  sini dapat diabila kesimpulan bahwa moral memiliki kekuatan yang besar terhadap keberadaan manusia.
Globalisasi merupakan hal yang sangat dinantikan kemunculannya, memang terdapat dampak negatif dan positif dalam masa itu dalam masa ini yang sangat rawan adala generasi muda karena bila moral mereka tidak kuat maka akan mudah mereka akan terpengaruh dengan mudah. Apabila mereka terkena dampak negatif dari globalisasi maka yang muncul adalah pupusnya harapan kita.
Memang dibutuhkan strategi yang benar-benar bagus dalam mewujutkan pendidikan moral yang efektif dan aplikatif. Beberapa diantaranya adalah:
             a.            Pendidikan dapat di lakukan dengan memantapkan pelaksanan pendidikan agama.
            b.            Pendidikan agama harus dirubah dari metode pengajaran menjadi pendidikan agama.   Agar dapat belaja sopan santun.
             c.            Pendidikan moral harus dilaksanakan secara integraed, yaitu dengan melibatkan semua pihak yang bersangkutan baik keluarga, sekolahan, masyarakat agar kemrosotan moral dapat di minimalisir keberadaannya.
Dari latar belakang tersebut, penulis disini tertarik untuk meneliti dan mengkaji lebih dalam usaha lembaga pendidikan meningkatan moral siswa melalui Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Sutojayan  Lodoyo Blitar.

B. Rumusan Masalah

Untuk mempermudah kajian dan pembahasan penilitian ini, maka peneliti di sini merumuskan beberapa rumusan masalah berikut:
                   1.              Bagaimana  pembinaan moral siswa melalui Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Sutojayan?
                   2.              Faktor-faktor apa yang menghambat dan mendukung pembinaan moral di SMAN 1 Sutojayan melaluli pendidikan agama islam?


===================================  
Anda dapat memiliki word/file aslinya
Silahkan download file aslinya setelah menghubungi admin…..
klik disini  Hanya mengganti pengetikan,  50.000,- MURAH Berkualitas
Anda tidak repot lagi mencari referensi.
Di jamin asli.contohmakalah


No comments:

Post a Comment

Post a Comment

1

2










                 KLIK

translet


Tags

tempat sharing

Blog Archive

Blog Archive