SILAHKAN GUNAKAN FASILITAS "SEARCH" pojok kanan atas
untuk mencari judul skripsi yang di inginkan

pemesanan => Hub: 0857-351-08864

Saturday, June 4, 2011

Kurikulum Berbasis Kompetensi KBK


Kode     : 005
Judul     : Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
 ===========================================
 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Selama ini proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terfokus pada keaktifan seorang pendidik (guru). Sedangkan peserta didik diposisiskan sebagai objek yang tidak pernah menjadi subjek. Karena mutu pendidikan tak kunjung mengalami peningkatan menuju mutu yang lebih baik. Berangkat dari fenomena tersebut di atas muncullah suatu kurikulum baru yang diharapkan mampu mengatasi berbagai kelemahan dalam dunia pendidikan.
Kurikulum di sini merupakan ciri utama pendidikan di sekolah. Dengan kata lain kurikulum merupakan syarat mutlak, hal ini berarti bahwa kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pengajaran. Dapat kita bayangkan bagaimana bentuk pelaksanaan suatu pendidikan. Juga banyak terjadi permasalahan diantaranya kurikulum terlalu padat, tidak sesuai dengan kebutuhan anak, terlalu memberatkan anak, merepotkan guru dan sebagainya. Oleh karena itu akan dilakukan renofasi melalui penerapan kurikulum. Untuk kepentingan tersebut pemerintah memprogramkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau (compatancy based curriculum) sebagai acuan dan pedoman bagi pelaksaaan pendidikan untuk mengembangkan berbagai ranah pendidikan (pengetahuan, ketrampilan, dan sikap) dalam seluruh jenjang dan jalur pendidikan khususnya pada jalur pendidikan sekolah.
 Dalam ketentuan umum Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20  Tahun 2003 pasal 1 ayat 1dikemukakan bahwa:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana balajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Dari definisi pendidikan dapat dikemukakan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia melalui pembelajaran dalam bentuk aktualisasi potensi peserta didik menjadi suatu kemampuan atau kompetensi (Hari Sudrajad, 2004:11).
 Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Fihch Dan Crunkilton (1979: 222) mengartikan kompetensi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas, katrampilan, sikap dan aspirasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kompetensi cukup tegas, ketrampilan, sikap dan aspirasi yang harus dimiliki oleh peserta didik untuk dapat melakukan tugas-tugas pembelajaran sesuai dengan jenis pekerjaan tertentu. Dengan demikian terdapat hubungan (link) antara tugas-tugas yang dipelajari peserta didik di sekolah dengan kemampuan yang diperlukan oleh dunia kerja. Untuk itu, kurikulum menuntut untuk kerjasama yang baik antara pendidikan dengan dunia kerja, terutama dalam mengidentifikasi dan menganalisis kompetensi yang perlu diajarkan kepada peserta didik di sekalah (Mulyasa, 2003: 38).

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

1

2










                 KLIK

translet


Tags

tempat sharing

Blog Archive

Blog Archive