SILAHKAN GUNAKAN FASILITAS "SEARCH" pojok kanan atas
untuk mencari judul skripsi yang di inginkan

pemesanan => Hub: 0857-351-08864

Wednesday, June 15, 2011

Upaya Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Kegiatan Belajar Mengajar


Penulis : -
Kode     : 036
Judul     : Upaya Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Menengah Atas Islam Al-Ma’arif Singosari Malang
-------------------------------------------------
 
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
            Pendidikan dewasa ini merupakan suatu disiplin ilmu yang berkembang, apabila pada masa lalu pendidikan yang klasik terkutat pada analisis masalah siswa atau peserta didik dalam lingkungan, dan lingkungan dalam proses belajar mengajar. Pada tahun ini, pendidikan telah bertambah dengan dimensi baru, seperti ekonomi, tenaga kerja, perencanaan pembangunan, globalisasi dan pendidikan.
  Pada dasarnya, Pendidikan itu untuk melahirkan suatu konsep pemindahan pengalaman kepada siswa, kegiatan pemindahan pengalaman serta mengembangkannya itu kemudian menempati tempat khusus dalam proses belajar-mengajar. Berdasarkan fungsi dan tanggung jawab tersebut diatas, maka sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 UU No.20 Tahun 2003 tentang Tujuan Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa:
Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.1
Berdasarkan hal tersebut diatas berarti kurikulum sekolah diharapkan mampu mengantarkan siswa untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Sedangkan untuk mencapai Tujuan Pendidikan Nasional, tidak akan sampai kearah itu tanpa didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah serta upaya kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mengembangan lembaga pendidikan Islam yang berkualitas dan efektif.
Keefektifan tersebut juga tidak lain adanya upaya Kepala sekolah agar kegiatan belajar mengajar berjalan dengan efektif. Untuk mencapai hal tersebut, maka sekolah harus mempunyai kepala sekolah yang berkualitas dan dinamis. Kepala sekolah yang dinamis harus mempunyai kriteria-kriteria dan syarat-syarat sebagai berikut: kepala sekolah harus memiliki pendidikan yang memadai, apabila kepala sekolah TK dan SD minimal harus mempunyai ijazah sarjana muda BI, sedangkan untuk kepala sekolah SMP/SMA/Sederajat harus mempunyai ijazah yang diperlukan sesuai sekolah yang akan dipimpinnya. Apabila sesuai dengan latar belakngnya, maka dalam meningkatkan mutu pendidikan nantinya tidak terlalu kesulitan.
Mutu merupakan suatu gagasan yang dinamis dan tidak mutlak. Dalam pandangan umum, mutu merupakan suatu konsep yang mutlak. Dalam konteks manajemen mutu terpadu atau total quality management, mutu bukan hanya suatu gagasan, melainkan suatu filosofis dan metodologi dalam membantu lembaga untuk mengelola perubahan secara totalitas dan sistematik melalui perubahan nilai, visi-misi, dan tujuan[1].
Mutu pendidikan dengan definisi yang relatif mempunyai dua aspek, yaitu pengukuran kemampuan lulusan sesuai dengan tujuan sekolah yang ditetapkan oleh kurikulum, pengukuran terhadap pemenuhan kebutuhan dan tuntunan pelanggan yaitu orang tua siswa dan masyarakat. Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan paling tidak sejak awal periode pembangunan nasional jangka panjang pertama, maka mutu pendidikan artinya kemampuan lembaga pendidikan dalam memperdayagunakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin[2]. Peningkatan mutu pendidikan berkaitan erat dengan peningkatan hasil belajar siswa bahkan dapat dikatakan mutu pendidikan tercermin pada hasil belajar siswa. Aspek yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan mutu hasil belajar siswa adalah situasi belajar mengajar. Situasi belajar mengajar yang efektif akan dapat menghasilkan peningkatan mutu pendidikan.
Banyak sekali cara untuk meningkatkan mutu pendidikan, diantaranya adalah meningkatkan mutu profesionalitas guru, meningkatkan mutu sekolah, meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar, dan lain-lain. Disini penulis akan membahas peningkatan mutu kegiatan belajar mengajar, karena kegiatan belajar mengajar itu merupakan salah satu unsur terpenting untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang berkualitas.
Pendidikan tidak lain adalah untuk melahirkan suatu konsep pemindahan kepada siswa, yaitu dengan adanya proses belajar mengajar. Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Seorang guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.[3]

Harapan yang tidak pernah sirna dan selalu guru tuntut adalah, bagaimana bahan pelajaran yang disampaikan guru dapat dikuasai oleh siswa secara tuntas. Ini merupakan masalah yang cukup sulit yang dirasakan oleh guru. Maka dari itu guru dituntut untuk dapat menguasai materi yang akan diajarkan kepada siswa, dan juga guru dituntut untuk dapat mengajar dengan aktif yang berpusat pada siswa. Artinya siswa bukan hanya mendengarkan pelajaran dari guru, tetapi siswa harus dapat mengasilkan karya mereka sendiri tanpa mengutip dari guru.
Agar hal-hal tersebut diatas dapat berjalan dengan baik, maka langkah yang pertama dilakukan oleh seorang guru adalah guru dapat mengelola kelas dengan baik, guru harus dapat menguasai manajemen didalam kelas, karena pengelolaan itu pada dasarnya adalah terjemahan dari kata“manajement“, dan didalam kamus bahasa Indonesia disebutkan bahwa pengelolaan berarti penyelenggaraan.[4]
Penyelenggaraan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru kepada siswa adalah suatu tanggung jawab yang diberikan oleh orang tua siswa kepada sekolah, karena orang tua siswa menitipkan anaknya kepada sekolah untuk diajarkan sesuatu yang baik atau sekolah dalam hal ini guru mentransfer ilmunya lewat proses belajar mengajar dikelas.
Agar guru dapat melakukan proses belajar mengajar di kelas dengan konduksif, maka guru harus bisa mengelola siswa dan kelas. Pengelolaan siswa adalah: pengaturan siswa di kelas oleh guru yang sedang mengajar sehingga setiap siswa mendapatkan pelayanan  sesuai kebutuhannya. Didalam penciptaan suasana/lingkungan belajar, guru juga harus mengusahakan agar setiap siswa mendapat pelayanan secara maksimal menurut kebutuhan. Dengan demikian, maka pengertian pengelolaan kelas , dapat dikatakan sama dengan penciptaan lingkungan belajar.[5] Setelah penciptaan lingkungan belajar yang konduksif telah terkoordinasi, maka guru melanjutkannya dengan proses belajar mengajar.
Banyak cara untuk dapat belajar mengajar dengan aktif, antara lain: Proses belajar satu kelas penuh: artinya pengajaran yang dipimpin oleh guru yang menstimulasi seluruh siswa, diskusi kelas: artinya siswa berdialog dan diskusi dengan teman-temannya tentang persolan-persoalan yang sudah dijelaskan oleh guru, pengajuan pertanyaan: setelah siswa berdialog dan berdiskusi, lalu siswa menanyakan hal-hal yang belum dimengerti kepada guru, pengajaran oleh teman sekelas: artinya siswa dapat menjelaskannya kembali didepan teman-temannya, kegiatan belajar mandiri: setelah melalui proses itu semua, siswa dapat belajar sendiri-sendiri atau perseorangan.[6] Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa guru harus bisa mengajak siswa untuk belajar bersama, bukan hanya guru yang menerangkan dan siswa mendengarkan, tetapi siswa juga dapat menerangkan apa yang sudah didapat.
Dari paparan tersebut, penulis akan melakukan penelitian di Sekolah Menengah Atas Islam (SMAI) Al-Ma’arif Singosari Malang, karena yang penulis ketahui Sekolah Menengah Atas Islam adalah termasuk salah satu sekolah swasta unggulan yang backroundnya adalah Islam di Singosari Malang.
Sekolah Menengah Atas Islam (SMAI) Al-Ma’arif Singosari Malang terletak di jalan Masjid Nomor 33 Singosari Malang, dibawah naungan yayasan Al-Ma’arif Singosari Malang. Lingkungan sekolah menengah atas (SMAI) Al-Ma’arif Singosari Malang tersebut termasuk lingkungan yang strategis untuk belajar, karena disekitarnya terdapat banyak pondok pesantren yang sebagian besar siswanya menempati pondok pesantren-pondok pesantren tersebut, karena banyak dari siswa-siswinya yang tinggal jauh dari sekolah, pondok pesantren tersebut adalah PP. Nurul Huda, PP. Al-Islahiyah, PP. PIQ (Pendidikan Ilmu Qur’an), dan lain-lain. 
Kegiatan belajar mengajar di SMAI Al-Ma’arif Singosari Malang dimulai pada pukul 06:45 sampai 14:00 WIB dan dilakukan mulai hari senin sampai hari sabtu. Pada hari jum’at kegiatan belajar mengajar secara formal dimulai pukul 06:45 sampai pukul 11:00, tetapi walaupun demikian, setelah pulang sekolah siswa putra diwajibkan untuk  melaksanakan sholat jum’at di masjid lingkungan sekolah dan siswi putri diwajibkan mengikuti kegiatan tambahan, yakni diwajibkan mengikuti kegiatan pembinaan tentang pemberian materi syarat kecakapan umum (SKU), yakni pada pukul 11:00 sampai pukul 13:00 WIB.
Tenaga pengajar atau guru yang mengajar di SMAI Al-Ma’arif Singosari Malang tersebut kebanyakan berlatar belakang S-1, walau demikian materi yang disampaikan oleh masing-masing guru tersebut sesuai dengan background lulusannya masing-masing.
Selain kegiatan belajar mengajar secara akademik yang dilakukan setiap hari mulai pukul 06:45-14:00, juga terdapat kegiatan-kegiatan non akademik/ekstrakulikuler untuk melatih siswa-siswi SMAI Al-Ma’arif agar dapat kreatif dan mandiri, kegiatan tersebut adalah: Pramuka, PMR, OSIS, Taekowndo, Al-Banjari, Kosidah, Paduan Suara, Olahraga Sepak Bola, Bola Basket, Tenis Meja, IPNU-IPPNU dan lain sebagainya. Dan dari banyak kegiatan ekstrakulikuler tersebut, SMAI Al-Ma’arif juga sering mengikuti perlombaan di luar sekolah. Banyak prestasi non akademik yang sudah diraih oleh siswa-siswi Al-Ma’arif diantaranya baru-baru ini mendapatkan penghargaan juara III Nasional persatuan silat Taekowndo Indonesia yang diadakan di wilayah Malang.
Hasil yang sudah diraih dari kegiatan akademik adalah SMAI Al-Ma’arif Singosari Malang telah mengeluarkan lulusan yang berkualitas, dan lulusan tersebut kini banyak tersebar atau masuk ke perguruan tinggi negeri dan swasta khususnya di Malang dan umumnya di Indonesia dan juga banyak yang langsung bekerja dan diterima di instansi-instansi swasta di Jawa Timur.
Demikianlah sekilas tentang keadaan sekolah yang penulis akan teliti, dari paparan tersebut, maka penulis mengambil judul ”Upaya Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Menengah Atas Islam Al-Ma’arif Singosari Malang“



===================================  
Anda dapat memiliki word/file aslinya
Silahkan download file aslinya setelah menghubungi admin….. klik disini
 Hanya mengganti biaya administrasi pengelolaan webite sebesar,  50.000,- MURAH Meriah
Anda tidak repot lagi mencari referensi.
Di jamin asli.contohmakalah

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

1

2










                 KLIK

translet


Tags

tempat sharing

Blog Archive

Blog Archive