SILAHKAN GUNAKAN FASILITAS "SEARCH" pojok kanan atas
untuk mencari judul skripsi yang di inginkan

pemesanan => Hub: 0857-351-08864

Tuesday, September 20, 2011

strategi pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga | Contoh Skripsi


Penulis : -
Kode     : 063
Judul     : strategi pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga
-------------------------------------------------



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
            Anak dalam perspektif Islam merupakan rahmat dari Allah yang diberikan kepada orang tua, dan merupakan titipan Allah kepada orang tuanya, hal ini sesuai dengan Firman Allah dalam surat Asy-Syura ayat 49:

لله ملك السموا ت والأرض يخلق ما يشاء يهب لمن يشاءاناثا ويهب لمن يشاء الذكور(الشورى:49)
Artinya: “ Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang  Dia kehendaki dan memberikan anak-anak laki-laki kepada siapa yang  Dia kehendaki".[1]


Sesungguhnya Allah mempunyai wewenang menciptakan kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang dia kehendaki walau makhluk enggan untuk menerimanya, terkadang manusia mendambakan anak laki-laki tetapi kehendak Allah yang maha mutlak kekuasaan dan pengaturannya yang berlaku, Dia memberi anak perempuan kepada siapa yang dia kehendaki walau yang bersangkutan mendambakan anak laki-laki begitu juga sebaliknya.
Dari uaraian di atas dapat disimpulkan bahwa Allah berwenang penuh menciptakan dan mengatur makhluknya dan ini merupakan penjelasan secara umum, yang sesuai dengan konteks dimana dilarang memperdebatkan hal-hal yang berkaitan dengan persoalan khusus Allah.       
Dan firman Allah dalam surat Ali Imron ayat 38 :

هنالك دعا زكريا ربه قال رب هب لي من لدنك ذرية طيبة
انك سميع الدعاء (ال عمران:38)
Artinya: ” Di sanalah  Zakariya mendo’a kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a”.[2]Contoh Skripsi

            Ayat di atas menjelaskan bahwa mihrob tempat Maryam berada dan saat itulah ketika ia mendengar jawaban sumber rizki Maryam, harapan Zakariya a.s untuk memperoleh anak keturunan muncul kembali dari lubuk hatinya yan terdalam selama ini harapan itu ia pendam dalam-dalam karena sadar bahwa ia dan isterinya telah lanjut usia tapi melihat apa yang terjadi pada Maryam serta mendengar dan menyadari ucapannya  bahwa Allah memberi rizki kepada siapa yang dia kehendaki tanpa yang bersangkutan mendengarnya disana dan ketika itulah berdo'a kepada tuhannya seraya berkata Tuhanku pemelihara dan pembimbingku anugerahilah aku dari sisimu yang aku tidak tahu bagaimana caranya anak berkualitas, sesunmgguhnya engkau maha  mendengar dan maha pengkabul   Contoh Skripsi
            Dengan demikian dapat dipahami bahwa anak merupakan amanat dari Allah kepada orang tua, yang nanti di hari kiamat akan dimintai pertanggug jawaban tentang pemeliharaan, pengembangan dan pemanfaatannya. Dan diantara hal yang ditanyakan adalah pendidikan agama pada anak.
            Perlu kita perhatikan bahwa setiap orang tua muslim mendambakan anak yang sholeh, dengan iman yang teguh, taat beribadah, dan akhlak terpuji. Tetapi untuk mewujudkan hal tersebut bukan lah semudah kita bayangkan seperti membalikkan telapak tangan, melainkan harus melalui proses yang cukup panjang dan membutuhkan perjuangan. Oleh karena itu, meskipun dalam keadaan kepayahan, kesusahan, sebagai orang tua dalam mengasuh anaknya, tidak akan dapat mengikis kasih sayangnya kepada mereka. Harapan untuk memiliki anak yang sholeh, akan tetap tertanam dalam hati kedua orang tua.
            Zakiah Darajat mengatakan: “ Agama yang ditanamkan sejak kecil kepada anak-anak sehingga merupakan bagian dari unsure-unsur kepribadiannya, akan cepat bertindak menjadi pengandali dalam menghadapi segala keinginan-keinginan dan dorongan-dorongan yang timbul. Karena keyakinan terhadap agama yang menjadi bagian dari kepribadian itu, akan mengatur sikap dan tingkah laku seseorang secara otomatis dari dalam dirinya, jika ia menjadi seorang ibu atau bapak di rumah tangga, ia merasa terdorong untuk membesarkan anak-anaknya dengan pendidikan  dan asuhan yang diridhoi oleh Allah. Ia tidak akan membiarkan anak-anaknya melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan susila”.[3]
            Berbicara tentang  pendidikan agama anak, keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama dalam membentuk kepribadian keagamaan anak, bahkan sampai kapanpun fungsinya tidak akan  tergeser oleh lembaga lainnya. Itulah sebabnya, kewajiban orang tua terhadap anaknya tidak hanya memenuhi kebutuhan lahiriah saja seperti makan, minum dan lainnya, tetapi lebih dari itu, orang tua wajib memenuhi kebuttuhan rohaniahnya, yang berupa pendidikan agama. Sebagaimana firman Allah dalam surat At-Tahrim ayat 6:

يايها الذين امنوا قوا انفسكم واهليكم نارا وقودها الناس والحجارة عليها ملئكة غلاظ شداد لا يعصون الله ما امرهم ويفعلون ما يؤمرون(التحريم:6)
Artinya: “ Hai orang-orang yang beriman, peliharlah dirimu dan keluargmu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu ; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.[4]Contoh Skripsi

            Menjaga diri dan keluar dari siksaan neraka adalah dengan cara memberikan  pengajaran dan pendidikan agama, serta menumbuhkan dan membiasakan mereka berbuat kebaikan.
            Akan tetapi akhir-akhir ini, kita banyak menjumpai di tengah masyarakat, dimana keluarga muslim khususnya kurang memperhatikan pendidikan agama anak-anaknya. Sehingga terjadi penyimpangan prilaku anak  dari norma-norma agama yang telah ditetapkan. Padahal Rosulullah telah menegaskan dalam hadisnya yang berbunyi:

ما من مولود الايولد على الفطرة فابواه يهودانه او ينصرانه
 او يمجسا نه (رواه مسلم)
Artinya: “ Tiadalah seorang yang dilahirkan melainkan menurut fitrahnya, maka akibat kedua orang tuanyalah yang menjadikan Yahudi, Nashrani, atau Majusi”.[5]

            Jadi baik dan buruk tumbuhnya anak-anak merupakan tanggung jawab orang tua. Orang tua harus betul-betul memperhatikan pendidikan anak-anaknya terutama pendidikan agama. Sehingga kelak diakherat dapat mempertanggung jawabkan amanat yang diberikan Allah kepadanya.Contoh Skripsi
            Maraknya dekadensi moral, baik yang dilakukan oleh anak-anak, remaja maupun orang tua sebagaimana yang kita saksikan sangat erat kaitannya dengan pendidikan agama disamping itu juga karena pengaruh globalisasi, namun apabila setiap individu memahami agama dengan baik, maka ia akan mampu membentengi dirinya dari berbagai pengaruh yang negatif dan tetap konsis mengamalkan ajaran agama tersebt. Untuk itu orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga yang sekaligus merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama maka mereka memiliki tanggung jawab penuh dalam pelaksanaan pendidikan agama islam di lingkungan keluarga demi terbentuknya pribadi anak sehingga menjadi sosok muslim yang ideal. Namun demikianlah pendidikan anak untuk menjadi muslim yang baik dalam kehidupan keluarga perlu menggunakan berbagai macam cara atau strategi tersendiri sehingga berhasil.
            Atas dasar pemikiran tersebut, penulis terdorong untuk mengangkat permasalahan mengenai "Strategi Pelaksanaan Pendidikan Agama Pada Anak Dalam Keluarga" studi kasus keluarga Bapak Karjono di dukuh Sentanan desa Krembangan Gudo Jombang.

B.     Rumusan Masalah

            Berdasarkan latar belakang diatas, dan mengacu pada judul yang ada, penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:
1.      Faktor-faktor apa yang mendukung dan menghambat strategi pelaksanaan pendidikan agama pada anak  dalam keluarga?.
2.      Bagaimanakah strategi pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga ?

 
===================================             
Anda dapat memiliki word/file aslinya
Silahkan download file aslinya setelah menghubungi admin….. klik disini
 Hanya mengganti biaya administrasi pengelolaan webite sebesar,  50.000,- MURAH Meriah
                                                     Anda tidak repot lagi mencari referensi.
                                                     Di jamin asli.contohmakalah

* sekali lagi ditekan kan bahwa file yang ada di web ini adalah milik orang, untuk itu jika anda ingin mengutip atau mengambil beberapa kalimat dalam file tersebut harus sesuai dengan tata cara penulisan yang baku dan di cantumkan nama penulis aslinya






[1] Depag, Al-Qur'an dan Terjemah, Asy-Syifa', Semarang, 2000, hal, 390
[2] Ibid, hal, 42
[3] Zakiah Darajat, Pendidikan Agama Dalam Pembinaan Mental, Bulan Bintang, Jakarta, 1975, hal 92
[4]Depag R I, Op. cit, hal, 6
[5] Hussein Bahreij, Himpunan hadits Shahih Muslim, Al-Ikhlas, Surabaya, 1987, hal, 44

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

1

2










                 KLIK

translet


Tags

tempat sharing

Blog Archive

Blog Archive