SILAHKAN GUNAKAN FASILITAS "SEARCH" pojok kanan atas
untuk mencari judul skripsi yang di inginkan

pemesanan => Hub: 0857-351-08864

Friday, September 23, 2011

Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran PAI Siswa | Contoh Skripsi


Penulis : -
Kode     : 069
Judul     :  Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran PAI Siswa
 -------------------------------------------------



BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang.
Belajar adalah suatu proses yang komplek dan terjadi pada setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena interaksi antara seseorang dan lingkungannya. Oleh karena itu belajar dapat terjadi kapan dan dimana saja. Adapun secara sederhana belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang terjadi karena adanya usaha untuk mengadakan perubahan terhadap diri manusia yang melakukan, dengan maksud memperoleh perubahan dalam dirinya pada tingkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap serta selalu ada usaha berupa latihan.[1]Contoh Skripsi
Proses belajar mengajar yang diselenggarakan di beberapa sekolah sebagai pusat pendidikan formal lebih dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan pada diri sendiri secara terencana baik dari segi kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam interaksi belajar tersebut sangat dipengaruhi oleh beberapa komponen yang antara lain terdiri atas: murid, guru, kepala sekolah, materi pelajaran, sarana prasarana (perpustakaan), lingkungan dan beberapa fasilitas lain yang memenuhi dalam proses  pembelajaran sehingga akan menunjang keefektifan proses pembelajaran.
Peranan guru sangat penting dalam pendidikan. Baik buruknya pendidikan dipengaruhi bagaimana seorang guru bisa memanifestasikan dan mengaplikasikan sumbangsihnya ke dalam lembaga formal untuk mewujudkan kecerdasan bangsa dan cita-cita negara, sehingga antara guru dan pendidikan merupakan satu komponen yang tidak bisa dipisahkan. Jika dari kata “pendidikan” berarti ada pendidik dan ada yang dididik, maka artinya guru dan murid. Seorang guru atau pendidik bekerja sesuai dengan kurikulum sekolah, baik pada tingkat SD, SMP, SMU. Karena itu, frekuensi pendidikan di dalam lembaga pendidikan diharapkan mampu menghasilkan anak didik yang bisa menyelesaikan pendidikannya sesuai target yang telah ditentukan, dengan mengacu pada kurikulum yang dijadikan sebagai program pembelajaran. Jika interaksi antara kurikulum yang diajarkan oleh guru dengan kemampuan murid dalam menyerap materi itu menjadi satu kesatuan yang utuh, maka target maksimal akan tercapai secara seimbang.  

Dalam kenyataannya yang ada di lapangan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dewasa ini mutunya masih rentan karena belum mencapai target yang diinginkan secara memadai khususnya di sekolah umum. Selain realitas tersebut, ada asumsi bahwa “Dalam kehidupan sekolah sering kita lihat adanya para guru yang dapat dikatakan tidak berhasil dalam mengajar. Indikator dari ketidakberhasilan guru adalah prestasi siswa yang rendah, tidak sesuai dengan standar atau batas ukuran yang ditentukan. Kegagalan ini bukan hanya ketidakberhasilan guru dalam mengajarkan tugasnya yaitu menguasai materi bidang studi ketika penyampaian saja, akan tetapi ketidaktahuan guru dalam me-manage kelas. Hal ini berakibat pada ketidakefektifan pembelajaran khususnya PAI sehingga kualitas siswa menurun”.[2]
Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran khususnya bidang studi PAI, ada hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru. Guru hendaknya harus pandai dalam manajemen kelas agar dalam pembelajaran berjalan secara efektif dan optimal. Adapun ruang lingkup dari manajemen kelas terdiri atas kegiatan akademik berupa perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran, serta berupa kegiatan  administratif yang mencakup kegiatan prosedural dan organisasional seperti, penataan ruangan, pengelompokan siswa dalam pembagian tugas, penegakan disiplin kelas, pengadaan tes, pengorganisasian kelas, pencatatan kelas dan pelaporan.[3]
Dengan manajemen kelas ini maka siswa akan termotivasi dalam pembelajaran terutama pada manajemen suasana kelas yang pada khususnya merupakan modal penting bagi jernihnya pikiran dalam mengikuti pelajaran,[4] sehingga anak akan merasa nyaman dan antusias. Dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang kondusif dan suasana yang cenderung rekreatif, maka akan dapat mendorong siswa untuk mengembangkan potensi kreatifitasnya.Contoh Skripsi
Belajar merupakan suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Sedangkan pembelajaran merupakan sebagian dari proses belajar dapat ditujukan dalam berbagai bentuk, seperti perubahan pengetahuan, pemahaman sikap, dan tingkah laku, ketrampilan, kecakapan, kebiasaaan serta merupakan beberapa aspek lain yang ada pada individu yang belajar.
Tingkah laku sebagai proses dari hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal. Adapun faktor internal adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa, yaitu minat dan perhatiannya, kebiasaan usaha dan motivasi serta beberapa faktor lainnya. Sedangkan faktor eksternal dalam pendidikan dan pengajaran dapat dibedakan menjadi tiga lingkungan yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Semua itu sangat mempengaruhi pembelajaran terutama di lingkungan sekolah yaitu tentang manajemen kelas yang akan berpengaruh pada proses pembelajaran siswa dalam meningkatkan efektifitas belajar yang lebih optimal. [5]
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam dunia pendidikan. Berbagai upaya untuk mencapai tujuan pendidikan Indonesia dewasa ini juga terus berlangsung. Adapun salah satu upaya yang diprioritaskan untuk mencapainya adalah peningkatan mutu pendidikan. Untuk peningkatan mutu pendidikan ini seluruh komponen pendidikan juga perlu ditingkatkan. Selain itu juga dengan adanya otonomi daerah maka muncul sebuah keputusan baru dalam sektor pendidikan terkait dengan upaya peningkatan mutu pendidikan sekolah yaitu Manajemen Berbasis Sekolah. Dalam mengimplementasikan MBS secara efektif dan efisien, para guru harus berkreasi dalam meningkatkan manajemen kelas dengan tepat agar pembelajaran berlangsung secara maksimal, efisien dan efektif.[6] Karena kelas merupakan media pertemuan segala komponen pendidikan serta ujung tombak dan juga basis pendidikan. Contoh Skripsi
Kehidupan dan peradaban manusia di awal millennium ketiga ini telah banyak mengalami perubahan. Dalam merespon fenomena itu, manusia berpacu mengembangkan pendidikan diberbagai bidang ilmu. Namun bersamaan dengan itu munculah krisis multi dimensi, krisis politik, ekonomi, sosial, hukum, golongan dan ras. Akibatnya peran serta efektifitas pendidikan Agama Islam di sekolah sebagai pemberi nilai spiritual terhadap kesejahteraan masyarakat mulai dipertanyakan. Dengan asumsi jika pendidikan agama dilakukan dengan baik, maka kehidupan masyarakat akan jauh lebih baik.
Melihat fenomena tersebut, seolah-olah Pendidikan Agama Islam dianggap kurang memberikan kontribusi yang menuju arah itu tanpa melihat problem sebenarnya pada Pendidikan Agama Islam. Akan tetapi setelah ditelusuri ternyata adalah kurangnya seorang guru dalam memerankan manajemen kelas. Dan memang tidak adil jika harus menimpakan tanggung jawab atas munculnya kesenjangan antara harapan dan kenyataan itu kepada Pendidikan Agama Islam. Sebab pendidikan agama di sekolah bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian siswa. Apalagi dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Islam tersebut masih terdapat beberapa kelemahan yang mendorong dilakukannya penyempurnaan yang konsisten. Kelemahan lain, materi Pendidikan Agama Islam, termasuk materi akhlaq yang lebih terfokus pada pengayaan pengetahuan (kognitif) dan minim dalam pembentukan sikap (afektif) serta pembiasaan (psikomotorik). Contoh Skripsi
Salah satu usaha yang dapat dijadikan sebagai solusi dalam masalah pembelajaran PAI adalah  pengimplementasian  manajemen kelas dalam pembelajaran PAI khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan ini.  SMK Negeri 1 Batu ini merupakan salah satu lembaga yang  berusaha meningkatkan kemampuan siswa dalam program produktif, program adaptif dan program normatif. Peneliti melakukan penelitian di SMK Negeri 1 Batu dikarenakan peneliti ingin mengetahui  tentang bagaimana guru PAI di SMK Negeri 1 Batu dalam me-manage kelas  sehingga pembelajaran sesuai dengan tujuan yang diharapkan, meskipun siswanya banyak yang minim tentang pengetahuan agama dan minimnya alokasi waktu pembelajaran.      
Berpijak dari pemikiran diatas bahwa manajemen kelas dapat mengefektifkan pembelajaran khususnya pada materi Pendidikan Agama Islam. Untuk itu peneliti mengangkat judul  “Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran PAI Siswa (Studi Kasus di SMK Negeri  1 Batu).

  1. Fokus Penelitian. Contoh Skripsi
Dari uraian latar belakang diatas, rumusan masalah yang dapat dirumuskan adalah:
1)      Bagaimana implementasi manajemen kelas dalam meningkatkan  efektifitas pembelajaran PAI siswa di SMK Negeri 1 Batu.
2)      Apa faktor-faktor yang menghambat manajemen kelas dalam meningkatkan  efektifitas pembelajaraan PAI siswa di SMK Negeri 1 Batu.
3)      Usaha-usaha apa yang ditempuh dalam manajemen kelas sehingga dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran PAI Siswa di SMK Negeri 1 Batu.


===================================             
Anda dapat memiliki word/file aslinya
Silahkan download file aslinya setelah menghubungi admin….. klik disini
 Hanya mengganti biaya administrasi pengelolaan webite sebesar,  50.000,- MURAH Meriah
                                                     Anda tidak repot lagi mencari referensi.
                                                     Di jamin asli.contohmakalah


Penting untuk di ingat pada seluruh visitor, bahwa semua file yang ada di blog ini tidak murni milik kami, untuk itu dalam mengambil data dari file tersebut harus mengikuti kaidah-kaidah ilmiah yang baku, mohon di jadikan referensi. Admin tidak mendukung aksi plagiatisme dan jika ada plagiatisme, itu bukan tanggung jawab kami. Kepada semua pemilik file yang ada di blog ini. Semoga bermanfaat. Dan kesuksesan selalu bersama Mu. contohmakalah




[1] Suharsimi Arikunto, Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 1990), Hlm. 19
[2] Ibid., hlm. 190-191.
[4]Suharsimi Arikunto, Op.Cit., hlm. 207
[5] Nana Sudjana, CBSA Dalam Proses Belajar Mengajar (Bandung: Sinar Baru, 1989), Hlm.54

[6] Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah Konsep Strategi dan Implementasi (Bandung: Remaja Rosydakarya, 2002), hlm.57


No comments:

Post a Comment

Post a Comment

1

2










                 KLIK

translet


Tags

tempat sharing

Blog Archive

Blog Archive