SILAHKAN GUNAKAN FASILITAS "SEARCH" pojok kanan atas
untuk mencari judul skripsi yang di inginkan

pemesanan => Hub: 0857-351-08864

Tuesday, September 20, 2011

peranan pendidikan agama islam dalam membentuk pribadi muslim | Contoh Skripsi


Penulis : -
Kode     : 062
Judul     : peranan pendidikan agama islam dalam membentuk pribadi muslim
-----------------------------------------------------



BAB I

PENDAHULUAN


A.     Latar Belakang Masalah

Dalam perjalanan hidupnya umat manusia senantiasa dihadapkan kepada pengalaman-pengalaman peristiwa alami yang ada disekitarnya. Pengalaman ini merupakan sejarah hidupnya yang mengesankan dan kemudian menghidupkan serta menjadi pengalaman batinnya sebagai alat pendorong untuk mengadakan perubahan-perubahan bagi kepentingan hidup dan kehidupannya. Perkembangan hidupnya ini tidak lepas dari proses pembentukan pribadi manusia yang diwariskan berkesinambungan kepada generasi berikutnya dengan kelompoknya atau dengan masyarakat, mereka saling memberi pengaruh bersama dalam kehidupan.
Keluarga yang merupakan bagian terkecil dari masyarakat, mempunyai peranan penting dalam pembentukan kepribadian. Karena pembinaan kepribadian anak telah ada sejak kecil, bahkan sejak dalam kandungan. Kepribadian yang masih dalam permulaan pertumbuhan itu, sangat peka dan akan mendapatkan unsur pembinanya melalui pengalaman yang dirasakan, baik melalui pendengaran, perasaan, penglihatan, dan perlakuan yang diterimanya.
Oleh karena itu, maka kepribadian anak yang tumbuh tergantung pada pengalamannya dalam keluarga. Sikap dan pandangan hidup orang tuanya, sopan santun mereka dalam pergaulan, baik dengan anggota keluarga maupun dengan tetangga atau masyarakat. Pada umumnya akan diserap oleh anak dalam pribadinya. Demikian pula sikap mereka terhadap agama, ketekunan menjalankan ibadah dan kepatuhan kepada ketentuan orang tua, serta pelaksanaan nilai-nilai agama dalam kehidupannya sehari-hari juga akan menjadi faktor pembinaan anak secara tidak sengaja.Contoh Skripsi
Menurut Agus Sujanto “Orang tua secara tidak direncanakan menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang diwarisi dari nenek moyang dan pengaruh-pengaruh yang diterimanya dari masyarakat”.1 Si anak menerima dengan daya peniruannya, dengan segala senang hati, sekalipun kadang-kadang ia tidak menyadari benar apa maksud dan tujuan yang ingin dicapai dengan pendidikan itu. Dengan demikian si anak akan membawa kemanapun juga pengaruh keluarga itu, sekalipun ia sudah mulai berfikir lebih jauh lagi.
Disamping itu semua, yang sangat penting pula adalah cara mereka memperlakukan anak-anak mereka terlebih pada usia remaja (SLTP) apakah ada pengertian dan kasih sayang yang wajar dan sehat, ataukah tanpa pengertian dan jauh dari kasih sayang, serta macam perlakuan yang mereka terima apakah condong kepada demokrasi atau otoriter (main perintah).

Sedangkan upaya yang dapat dilakukan orang tua dalam menciptakan kebersamaan dengan anak-anak dalam merealisasikan nilai-nilai moral secara esensial menurut Moh. Shochib adalah dengan menciptakan aturan-aturan bersama oleh anggota keluarga untuk ditaati bersama.2
Dengan upaya tersebut berarti orang tua menciptakan situasi dan kondisi yang mendorong serta merangsang anak untuk senantiasa berprilaku yang sesuai dengan aturan (nilai-nilai moral).Contoh Skripsi
Ada tiga lembaga pendidikan yang sangat berperan dalam membina pribadi anak yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Pendidikan tidaklah cukup hanya dilakukan dilingkungan keluarga saja, melainkan perlu pembinaan dari orang yang memang berkompetensi dalam melaksanakan tugas mendidik. Maka kedua orang tuanya menyerahkan sebagian tanggung jawabnya kepada lembaga-lembaga yang terkait. Sasaran utamanya adalah sekolah dengan harapan nantinya anak tidak hanya menjadi pintar dan pandai, akan tetapi dapat bertingkah laku sesuai dengan tuntutan masyarakat dan tuntutan agama.
Orang tua membawa putra-putrinya ke lembaga pendidikan dengan sebuah keyakinan bahwa dalam diri anak terdapat potensi kebaikan dan keburukan yang keduanya dapat tumbuh serta saling mendominir.
Hal diatas dikuatkan oleh pendapat para psikolog, dengan mengatakan bahwa dalam pribadi tiap orang tumbuh atas dua kekuatan. Seperti apa yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara :
                  “Tiap orang tumbuh atas dua kekuatan, yaitu kekuatan dari dalam yang sudah dibawa sejak lahir, berwujud benih, bibit, atau sering juga disebut kemampuan-kemampuan dasar atau faktor dasar, dan faktor dari luar disebut faktor lingkungan, atau faktor ajar.”3

Yang termasuk faktor dalam atau faktor pembawaan ialah segala sesuatu yang telah dibawa oleh anak sejak lahir, baik yang bersifat kejiwaan yang berwujud fikiran, perasaan, kemauan, fantasi, ingatan, dan sebagainya yang dibawa sejak lahir, ikut menentukan pribadi seseorang. Keadaan jasmanipun demikian pula. Panjang leher, besar kecilnya tengkorak, susunan saraf, otot-otot, susunan dan keadaan tulang-tulang juga mempengaruhi pribadi manusia.Contoh Skripsi
Sedangkan yang termasuk faktor luar atau faktor lingkungan ialah segala sesuatu yang ada diluar manusia, baik yang hidup maupun yang mati, baik tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, batu-batu, gunung-gunung, candi, kali, buku-buku, lukisan, gambar, angin, musim, keadaan cuaca, curah hujan, jenis makanan pokok, pekerjaan orang tua, hasil-hasil budayanya yang bersifat material maupun spiritual.4
Pada dasarnya kepribadian bukan terjadi secara serta merta akan tetapi terbentuk melalui proses kehidupan yang panjang. Oleh karena itu banyak faktor yang ikut ambil bagian dalam membentuk kepribadian manusia tersebut.. dengan demikian apakah kepribadian seseorang itu baik, buruk, kuat, lemah, beradap atau biadap sepenuhnya ditentukan oleh faktor yang mempenggaruhi dalam pengalaman hidup seseorang tersebut. Dalam hal ini pendidikan sangat besar penanamannya untuk membentuk kepribadian manusia itu5.
Kenyataan memberi peluang bagi usaha pendidik untuk memberi andilnya dalam usaha membentuk kepribadian. Dalam hal ini pula diharapkan pembentukan kepribadian muslim dapat diupayakan melalui pendidikan agama Islam yang telah diajarkan disekolah.
Kepribadian muslim dalam kontek ini barang kali dapat diartikan sebagai identitas yang dimiliki seseorang  sebagai ciri khas bagi keseluruhan tingkah laku sebagai muslim, baik yang disampaikan dalam tingkah laku secara lahiriyah maupun sikap batinnya. Tingkah laku lahiriyah seperti cara berkata-kata, berjalan, makan, minum, berhadapan dengan orang tua, guru, teman sejawat, sanak famili dan sebagainya. Sedangkan sikap batin seperti penyabar, ikhlas, tidak sengaja, dan sikap terpuji yang timbul dari dorongan batin.
Kemudian ciri khas dari tingkah laku tersebut dapat dipertahankan sebagai kebiasaan yang tidak dapat dipengaruhi sikap dan tingkah laku orang lain yang bertentangan dengan sikap yang dimiliki. Ciri khas tersebut hanya mungkin dapat dipertahankan jika sudah terbentuk sebagai kebiasaan dalam waktu yang lama. Selain itu sebagai individu setiap muslim memiliki latar belakang  pembawaan yang berbeda-beda. Perbedaan individu ini diharapkan tidak akan mempengeruhi perbedaan yang akan menjadi kendala dalam pembentukan kebiasaan ciri khas secara umum6.Contoh Skripsi
Maka dengan demikian, patutlah kiranya masalah peranan pendidikan agama dalam pembentukan kepribadian muslim kita kaji kembali karena sebagai pembentukan kepribadian muslim sekaligus sebagai penangkal perilaku remaja yang menyimpang bisa terealisasikan, bukan hanya menjadi slogan.
Dari beberpa uraian diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Peranan Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Pribadi Muslim Siswa SMP Lab Universitas Negeri Malang” Alasan peneliti melakukan penelitian di SMP Lab UM karena sekolah tersebut termasuk salah satu sekolah umum yang notabenenya pendidikan agama sangat minim. Kenyataan dilapangan yang penulis temukan yaitu adanya siswa yang bermain Play Station di tempat-tempat penyewaan Play Station pada saat sholat jumat sedang berlangsung. Selain itu, penulis juga menemukan kenyataan bahwa pada saat pelajaran agama Islam berlangsung di sekolah, ada beberapa siswa beragama Islam yang tidak mengikuti pelajaran tersebut di dalam kelas. Hal ini menunjukkan bahwa pelajaran agama Islam masih belum menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan bagi siswa untuk menerapkan ajaran agamanya tersebut secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.





===================================             
Anda dapat memiliki word/file aslinya
Silahkan download file aslinya setelah menghubungi admin….. klik disini
 Hanya mengganti biaya administrasi pengelolaan webite sebesar,  50.000,- MURAH Meriah
                                                     Anda tidak repot lagi mencari referensi.
                                                     Di jamin asli.contohmakalah

* sekali lagi ditekan kan bahwa file yang ada di web ini adalah milik orang, untuk itu jika anda ingin mengutip atau mengambil beberapa kalimat dalam file tersebut harus sesuai dengan tata cara penulisan yang baku dan di cantumkan nama penulis aslinya











1       Agus Sujanto, dkk. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Aksara Baru, 1986, hlm. 8
2       Moh. Shochib, Pola Asuh Orang Tua Dalam Membantu Anak Mengembangkan Disiplin Diri. Jakarta: Rineka Cipta, 1998, hlm. 127
3       Agus Sujanto, Op. Cit. hlm.3
4       Ibid. hlm.5
5       Zuhairini et,al 1992. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, hlm. 186
6       Jalaluddin dan Usaman Said, 1994. Filsafat Pendidikan Agama Islam (Konsep dan Perkembangan Pemikirannya). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, hlm. 92

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

1

2










                 KLIK

translet


Tags

tempat sharing

Blog Archive

Blog Archive