SILAHKAN GUNAKAN FASILITAS "SEARCH" pojok kanan atas
untuk mencari judul skripsi yang di inginkan

pemesanan => Hub: 0857-351-08864

Tuesday, September 20, 2011

model pengembangan kurikulum pai di MAN | Contoh Skripsi


Penulis : -
Kode     : 065
Judul     : model pengembangan kurikulum pai di MAN
-------------------------------------------------




BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengembangan kurikulum adalah hal yang harus dilakukan oleh setiap sekolah/lembaga pendidikan, hal ini bertujuan agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara maksimal. Hal tersebut sesuai denagan pernyataan Dirjen Diknas Depdiknas Indra Jati Sidi,
“Sekolah tidak dilarang untuk mengembangkan kurikulum sendiri. Dalam kaitan ini, sekolah seharusnya lebih kreatif mengembangkan kurikulum yang bermanfaat bagi peserta didik, tanpa harus menunggu petunjuk dari pemerinta. Hanya saja pengembangan itu harus tetap berdasarkan pada desaion kurikulum nasional”.Contoh Skripsi

Kebebasan sekolah untuk mengembangkan kurikulum sebagaimana yang telah dilontarkan oleh Dirjen Diknas Depdiknas Indra Jati Sidi, sebenarnya merupakan peluang sekaligus tantangan bagi pelaku pendidik terutama bagi kepala sekolah dalam birokrat pendidikan yang terkait
Pendidikan merupakan suatu hal yang harus diindahkan oleh setiap insan  bila dia ingin mencapai kesuksesan dan kebahagian baik di dunia maupun di akhirat. Hal tersebut sejalan dengan hadits Rasulullah SAW yang berbunyi sebagai berikut:

مَنْ اَرَادَ الدُّ نْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَََََمَنْ اَرَادَ اْلأ خِرََةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ. (الحديث)

1
 
Artinya: barang siapa yang menginginkan dunia (kebahagiaan hidup di dunia), maka hendaklah ia menguasai ilmunya, dan barang siapa menghendaki akherat (kebahagiaan hidup di akhirat), hendaklah ia menguaisai ilmunya, dan barang siapa menghendaki keduanya, maka hendaklah ia mengusai ilmu keduanya. (Hadits Nabi).Contoh Skripsi
Tidak berlebihan banyak kalangan masyarakat yang menganggap madrasah adalah sebuah wadah penampung segala harapan hidup dan masa depan mereka, lebih-lebih dalam menghadapi era globalisasi yang semakin membrutal. Hal ini dikarena masyarakat saaat ini menganggap bahwa pendidikan agama Islam merupakan jalan penopang ambruknya akhlak masyarakat. Sehingga banyak kalangan memberi gelar bahwa madrasah merupakan pendidikan yang bernafaskan keislaman. Di dalam A. Malik Fadjar juga disebutkan bahwa (Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah) merupakan sekolah umum yang berciri khas Islam dan menjadi bagian keseluruhan system pendidikan nasional di negara kita[1]. Dengan adanya madrasah ditengah-tengah masyarakat maka madrasah harus bisa menempatkan diri dan mampu bersosialisasi dengan perkembangan lingkungan yang berjiwa positif serta dapat menjawab porsoalan-porsalan yang ada.
Lantas dari hal ihwal  di atas mampukah madrasah berubah di tengah sekelumit masalah yang ditimpakan kepadanya? Sebagai bagian dari lembaga pendidikan Islam, madrasah seharusnya mampu menyesuaikan dengan tuntutan kehidupan era global.  Maka salah satu cara yang harus dilakukan adalah melakukan adaptasi kurikulum. Karena tanpa adanya upaya adaptasi kurikulum, maka madrasah tersebut bisa dipastikan akan tertinggal jauh dari masanya. Hal ini sejalan dengan pendapat Anik Gufron yang menyatakan bahwa "Tanpa upaya adaptasi kurikulum, maka sekolah madrasah ataupun lembaga pendidikan Islam lainnya akan sulit berkembang menjadi sekolah unggulan," Anik Gufron, pakar kurikulum Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jogyakarta (UNJ)[2].

            Menurut Anik Gufron, sebenarnya tidak terlalu sulit bagi sejumlah praktisi pendidikan untuk mengembangkan kurikulum manakala bentuk kehidupan era global itu sudah nyata. Yang sukar adalah memprediksi gambaran kehidupan masa depan yang belum jelas. Karena itu, untuk dapat merancang dan mengembangkan kurikulum yang adaptable dengan kehidupan di era global, terlebih dulu harus memahami berbagai kecenderungan yang menjadi ciri pokok kehidupan di era global[3].
Untuk mensukseskan PAI, maka harus ada pengontrol yang konsisten disegala aspek, baik itu aspek lembaga, komponen-komponen pendidikan maupun yang lainnya. Pporsi PAI lebih kepada lembaga pendidikan madrasah. Untuk itu madrasah harus lebih ketat pembinaan PAI dibandingkan dengan sekolah umum.Contoh Skripsi
Dalam perkembangan pemikiran dewasa ini pendidikan adalah sesuatu yang sangat vital atau urgen, karena dengan adanya IMTAQ dan IPTEK maka perjalan kehidupan akan teratur sesuai dengan irama zaman. Sehubungan dengan itu maka madrasah harus bisa mempersiap diri lebih rapi, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat akan bisa terwujud. Karena bagaimanapun madrasah merupakan pendidikan yang berbasis masyarakat.
Dalam mengatasi masalah persoalan yang semakin kompleks ini maka madrasah sekali lagi perlu melihat kedepan, dalam artian kurikulum yang dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman perlu adanya perobahan model kurikulum secara sungguh-sungguh. Tetapi model perkembangan kurikulum yang coba dikembangkan tidak boleh lepas dari ketetapan pemerintah yang jugak terdapat dalam GBHN
Model pengembangan kurikulum PAI harus betul-betul diperhatikan, lebih-lebih dalam aplikasinya ketika proses belajar mengajar berlangsung. Selama ini paham dari kebanyakan masyarakat menganggap bahwa dengan kehadiran PAI disekolah diharapkan mampu membinak keilmuan baik dari segi IPTEK maupun IMTAK peserta didika. Anggapan seperti ini harulah benar-benar diperhatikan karena kalau tidak akan berakibat patal. Kita tahu pada saat sekarang ini peran PAI bukan hanya sekedar mengutamakan pendidikan agama saja tetapi lebih diharapkan ada perpaduan antara pendidikan umum dengan pendidikan agama. Contoh Skripsi
Muhaimin menyatakan bahwa kurikulum madrasah perlu dikembangkan secara terpadu, dengan menjadikan ajaran dan nilai-nilai Islam sebagai petunjuk dan sumber konsultasi bagi pengembangan berbagai mata pelajaran umum, yang operasionalnya dapat dikembangkan dengan cara mengimplisitkan ajaran dan nilai-nilai Islam kedalam bidang studi IPS, IPA dan sebagainya, sehingga kesan dikotomis tidak terjadi. Model pembelajaran bisa dilaksanakan melalui team teacing, yakni guru bidang IPS, IPA atau lainnya bekerja sama dengan guru pendidikan agama Islam untuk menyusun desain pembelajaran secara konkret dan detail, untuk diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran[4].
            Disinilah bahwa seorang pengembang kurikulum mempunyai peran yang sangat penting dalam model pembelajaran dan model-model pengembangan kurikulum yang cocok untuk pengembangan madrasah, dari itu permasalah ini sangat menarik untuk diteliti. Oleh karena itu dalam penulisan skripsi ini penulis memilih judul “Model Pengembangan Kurikulum PAI di MAN
 
B. Rumusan Masalah
            Bertolak dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana pelaksanaan kurikulum di MAN??



===================================             
Anda dapat memiliki word/file aslinya
Silahkan download file aslinya setelah menghubungi admin….. klik disini
 Hanya mengganti biaya administrasi pengelolaan webite sebesar,  50.000,- MURAH Meriah
                                                     Anda tidak repot lagi mencari referensi.
                                                     Di jamin asli.contohmakalah

* sekali lagi ditekan kan bahwa file yang ada di web ini adalah milik orang, untuk itu jika anda ingin mengutip atau mengambil beberapa kalimat dalam file tersebut harus sesuai dengan tata cara penulisan yang baku dan di cantumkan nama penulis aslinya





 


[1] A. Malik Fadjar, Holistik Pemikiran Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo, 2005), hal. 228.
[2] Anik Gufron, Ju’at  21 Januari, 2005.
[3] Ibid., 2005.
[4] Ibid., hal. 209.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

1

2










                 KLIK

translet


Tags

tempat sharing

Blog Archive

Blog Archive