SILAHKAN GUNAKAN FASILITAS "SEARCH" pojok kanan atas
untuk mencari judul skripsi yang di inginkan

pemesanan => Hub: 0857-351-08864

Monday, September 12, 2011

Peranan Pondok Pesantren Rehabilitasi Mental Az-Zainy dalam Pembinaan Korban Narkoba” (Studi kasus di Pondok Pesantren Rehabilitasi Mental Az-Zainy Pandanajeng – Tumpang) contoh makalah

Penulis : -
Kode     : 055
Judul     :  Peranan Pondok Pesantren Rehabilitasi Mental Az-Zainy dalam Pembinaan Korban Narkoba” (Studi kasus di Pondok Pesantren Rehabilitasi Mental Az-Zainy Pandanajeng – Tumpang)
 -------------------------------------------------

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pondok pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan Islam, yakni lembaga yang digunakan untuk mempelajari agama Islam, sekaligus sebagai pusat penyebarannya. Sebagai pusat penyebaran agama Islam di pesantren dituntut untuk mengembangkan fungsi dan perannya, yaitu mengupayakan tenaga-tenaga atau misi-misi agama, yang nantinya diharapkan mampu membawa perubahan kondisi, situasi, dan tradisi masyarakat yang lebih baik.
Dengan ini pondok pesantren diharapkan tidak hanya berkemampuan dalam pembinaan pribadi muslim yang islami, tetapi juga mampu mengadakan perubahan dan perbaikan sosial kemasyarakatan. Pengaruh pesantren sangat terlihat positif bila alumnusnya telah kembali ke masyarakat dengan membawa berbagai perubahan dan perbaikan bagi kehidupan masyarakat sekitarnya. Contoh Skripsi
Pada era globalisasi ini, pesantren dihadapkan pada perkembangan masalah yang sangat pesat, sehingga pesantren dituntut  untuk harus bisa mengantisipasi perkembangan tersebut. Jika tidak, maka pesantren akan berada pada posisi yang tersisih. Bertolak dari hal tersebut, pesantren kini tidak harus memfokuskan perhatian pada lembaga pendidikan agama saja, melainkan juga harus mengembangkan fungsi dan perannya dalam rangka memperbaiki kondisi masyarakat yang mengalami krisis moral dan cenderung memperbaiki kondisi masyarakat yang mengalami krisis moral yang cenderung berbuat kriminal, mengidentifikasikan kurangnya pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap ajaran agama, sehingga keadaan demikian itu mereka anggap sebagai hal yang wajar terjadi. Contoh Skripsi
Faktor lingkungan dapat menjadi fenomena yang baik dan buruk yang dapat menjadi faktor kriminogen, yaitu faktor yang dapat berpengaruh terhadap timbulnya kejahatan. Perkembangan dan perubahan sosial dapat pula membawa akibat negatif, yakni timbulnya kenalan-kenakalan remaja serta timbulnya perbuatan-perbuatan yang mengarah pada tindakan kriminal.[1]

Beberapa faktor yang mempengaruhi remaja tersebut untuk mengisi kekosongan mereka bisa terpengaruh untuk mencoba berkhayal dan berhalusinasi lewat penyalahgunaan narkoba. Fenomena sosial ini  menurut banyak benaga dapat membahayakan eksistensi bangsa, karena meracuni jiwa manusia penggunaya. Ekstasi merupakan bahaya yang mengancam kesehatan mental individu anggota masyarakat.
Penyalahgunaan narkotika yang terjadi itu sendiri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, terdapat dua faktor yang dominan terhadap diri seseorang, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu faktor penyebab terjadinya penyalahgunaan narkotika dari dalam dri sendiri, seperti didorong rasa keingintahuan, ingin memperoleh pengalaman sensasional dan emosional. Sedangkan faktor lainnya adalah faktor eksternal. Salah satunya adalah dikarenakan takut dikatakan pengecut “tidak jantan” dan takut diasingkan oleh teman-temannya.[2]
Faktor yang mendorong remaja menyalahgunaan narkotika adalah disebabkan karena tidak menghayati dan meyakini ketentuan agama, kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan dan teman untuk turut mencoba pengalaman baru yang digambarkan sangat menyenangkan. Penyalahgunaan narkotika akhir-akhir ini bertambah gawat secara global dan sudah mencapai keadaan serius di Indonesia. Jika pemerintah tidak waspada dan tidak segera menanggulanginya untuk masalah ini dapat membahayakan pelaksanaan pembangunan nasional.
Masa remaja dikenal sebagai periode kritis, masa pencarian jati diri. Mereka lebih suka hidup berkelompok dengan teman-teman sebayanya. Akibatnya, terkadang hubungan antara orang tua dan orang dewasa lainnya menjadi canggung. Pengaruh lingkungan masyarakat pada akhirnya menjadi kuat dibandingkan dengan pengaruh lingkungan keluarga dan masyarakat.
Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak atau “rawan” merupakan faktor yang kondusif bagi anak atau remaja untuk berperilaku menyimpang. Pada periode ini posisi remaja sangat rawan, terutama dalam hal kenakalan dan penyalahgunaan narkotika.
Saat ini masalah beredarnya narkotika dan obat-obatnya berbahaya memang sudah sangat memprihatinkan. Hal ini sangat diperlukan langkah-langkah untuk dapat mengatasinya agar masalah penyalahgunaan narkotika ini dapat ditekan dengan harapan jika masalah penyalahgunaan narkotika dapat kita rekan, maka akan dapat mengurangi angka kejahatan di kalangan remaja.
Penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak jiwa raga, melainkan juga meruntuhkan tatanan yang ada dalam masyarakat. Hal ini disebabkan korban penyalahgunaan narkotirk selalu ketagihan untuk menggunakan narkotika padahal dia tidak mempunyai uang untuk membelinya, sehingga ia rela melakukan tindakan kekerasan dan perbuatan melawan hukum lainnya.
Oleh karena itu, keberadaan pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan agama Islam memiliki beban tugas yang amat berat untuk mengatasai problem sosial tersebut. Pondok pesantren di samping tempat untuk memperoleh pengetahuan agama, juga berguna sebagai tempat penyandaran dan pembinaan para remaja korban penyalahgunaan narkotika, dan mengembalikan para remaja yang telah merusak akhlak dan moralnya akibat dari penyalahgunaan narkotika dan sejenisnya untuk kembali ke jalan yang diridloi oleh Allah Swt. Contoh Skripsi
Menurut Dawam Raharja, pesantren bukan hanya sebagai lembaga agama saja, melainkan juga sebagai lembaga sosial.[3] Dengan demikian tugas pesantren bukan hanya mengenai masalah agama atau pendidikan agama saja, namun juga memecahkan problem sosial yang terjadi di masyarakat. Tugas sosial ini sebenarnya tidak akan mengurangi arti tugas keagamannya karena dapat berupa penyebaran nilai keagamaan bagi kemaslahatan masyarakat luas. Dengan fungsi sosial ini pesantren diharapkan peka dalam menanggapi persoalan-persoalan kemasyarakatan seperti kemiskinan, tawuran, melenyapkan kebodohan, memberantas perjudian, minum-minuman keras, memberantas pengedar dan pecandu narkoba, menciptakan kehidupan yang sehat dan sebagainya.[4]
Ikut serta dalam memperbaiki kondisi masyarakat, serta membawa ke arah perbaikan dengan berusaha memahami, mencari penyelesaikan masalah yang ada dalam masyarakat atas dasar agama Islam, dan pedoman-pedoman keilmuan dan sosial kemasyarakatan. Posisi pesantren akan lebih mantap, sebab masyarakat merasa ikut memiliki dan bertanggung jawab, mendukung dan memeliharanya sehingga memudahkan dalam mencari tujuan dan misi dalam usahanya memasyarakatkan ajaran agama Islam.
Pondok pesantren Az-Zainy dipimpin oleh ustadz Zain Baik yang akrab dipanggil Gus Zain, lelaki muda berusia 33 tahun. Pondok pesantren tersebut berlokasi di Pandanajeng Tumpang.
Gus Zain mendirikan pesantren dengan tujuan memperbaiki akhlak manusia atau anggota masyarakat yang memiliki cacat moral seperti pecandu narkotika, orang stress, pemabuk dan lain sebagainya.
Atas dasar pemikiran di atas penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam lagi terhadap masalah tersebut untuk diangkat dalam bentuk skripsi dengan judul “Peranan Pondok Pesantren Rehabilitasi Mental Az-Zainy dalam Pembinaan Korban Narkoba” (Studi kasus di Pondok Pesantren Rehabilitasi Mental Az-Zainy Pandanajeng – Tumpang). Contoh Skripsi

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah :
1.      Bagaimana peranan pondok pesantren terhadap pembinaan korban narkoba di Pondok Pesantren Rehabilitasi Mental Az-Zainy.
Apa faktor pendukung dan penghambat bagi Pondok Pesantren Rehabilitasi Mental Az-Zainy dalam pembinaan korban narkoba

 
===================================  
Anda dapat memiliki word/file aslinya
Silahkan download file aslinya setelah menghubungi admin….. klik disini
 Hanya mengganti biaya administrasi pengelolaan webite sebesar,  50.000,- MURAH Meriah
                                                     Anda tidak repot lagi mencari referensi.
                                                     Di jamin asli.contohmakalah




[1] Nanik Wijayanti dan Yulus, Kejahatan dalam Masyarakat dan Pencegahannya. Bima Aksara. Jakarta, 1987, hal : 1
[2] Drs. A.W. Widjaja, Masalah Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkotika, ARMICO, Bandung, 1985, hal : 25

[3] M. Dawam Raharjo, Penggul, atau Dunia Pesantren, P3M, Jakarta, 1985, hal : 17
[4] Dep. Agama RI, Standarisasi Pengajaran Agama di Pondok Pesantren. Proyek Pembinaan dan bantuan pada Pondok Pesantren, 1928/1983, Jakarta : 12

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

1

2










                 KLIK

translet


Tags

tempat sharing

Blog Archive

Blog Archive