SILAHKAN GUNAKAN FASILITAS "SEARCH" pojok kanan atas
untuk mencari judul skripsi yang di inginkan

pemesanan => Hub: 0857-351-08864

Wednesday, April 18, 2012

implementasi model investigasi matematika untuk mengefektifkan pembelajaran | Contoh Skripsi

Penulis : -
Kode     :165
Judul     : implementasi model investigasi matematika untuk mengefektifkan pembelajaran matematika  pada materi teorema pythagoras   kelas ii smp negeri 2 batu
 -------------------------------------------------


======================================================================== 
DAPATKAN FILE nya Dengan menghubungi admin
Anda dapat memiliki word/file aslinya
Silahkan download file aslinya setelah menghubungi admin….. klik disini
 Hanya mengganti biaya administrasi pengelolaan webite sebesar,  50.000,- MURAH Meriah
                                                     Anda tidak repot lagi mencari referensi.
                                                     Di jamin asli.contohmakalah
==========================================================================
BAB I
PENDAHULUAN

A Latar Belakang Masalah

Pendidikan   sekolah   lanjutan   tingkat   pertama   di   harapkan
dapat   ikut   serta   dalam      menentukan   keberhasilan   pendidikan
nasional  di  berbagai  tingkat  pendidikan,  karena  pendidikan  SMP
merupakan  salah  satu  peletak  dasar  ilmu  dan  pengetahuan  untuk
memasuki   tingkat   pendidikan   yang   lebih   tinggi.   Berdasarkan
Kurikulum  Berbasis  Kompetensi  (KBK),  terutama  pada  tamatan
Sekolah   Menengah   Tingkat   Pertama   diharapkan   memiliki:   (1)
kemampuan    yang    berkaitan    dengan    matematika    yang    dapat
digunakan dalam memecahkan masalah matematika, pelajaran lain,
ataupun   masalah   yang   berkaitan   dengan   kehidupan   nyata,   (2)
kemampuan  menggunakan  matematika  sebagai  alat  komunikasi,
(3)  kemampuan  menggunakan  matematika  sebagai  cara  bernalar
yang  dapat  dialih  gunakan  pada  setiap  keadaan,  seperti  berfikir
kritis,  berfikir  logis,   befikir  sistematis,   bersifat  objektif,   besifat
jujur, bersifat  disiplin dalam memandang dan menyelesaikan suatu
masalah (Diknas, 2003: 2).
Contoh Skripsi
Berdasarkan    kompetensi    yang    harus    dimiliki    Tamatan
Sekolah   Menengah   Tingkat    Pertama   diatas,   untuk   mencapai 
kemampuan-kemampuan  yang  diharapkan    dikuasai  siswa,  maka
proses  pembelajaran  tidak  perlu  tertumpu  pada  banyaknya  materi
yang   harus   di   ajarkan,   akan   tetapi   akan   lebih   tertumpu   pada
penguasaan  materi-materi  yang  esensial  sehingga  mampu  untuk
mendorong tumbuhnya kemampuan-kemampuan tersebut. Menurut
Lastiningsih  (2000:  449),  mengatakan  bahwa  tujuan  guru  tidak
hanya   untuk   menuangkan   sejumlah   informasi   ke   dalam   benak
siswa,   tetapi  mengusahakan  agar  konsep-konsep  penting  dalam
matematika dapat dipahami dan tertanam kuat dalam benak siswa.
Dalam   pembelajaran   matematika   di   sekolah   hendaknya
seorang  guru  menyesuaikan  dengan  kekhasan  materi  ajar  dengan
mempertimbangkan   tingkat   perkembangan   berfikir   siswa.   Guru
tidak  hanya  menyiapkan  bahan  ajar  berdasarkan     materi  pokok
tetapi    juga    memperhatikan    kompetensi    dasar,    dan    indikator
pencapaian   hasil   belajar   yang   berkaitan   dengan   materi   pokok
tersebut.  Untuk  mencapai  kompetensi  yang  telah  ditetapkan,  guru
harus   menjabarkan  kegiatan   belajar   mengajarnya  dalam  bentuk
silabus atau perencanaan mengajar dengan mempertimbangkan hal-
hal sebagai berikut: Contoh Skripsi
-
Urutan  kemampuan  dasar  disusun  berdasarkan  klasifikasi
struktur  keilmuannya  sehingga  tidak  menunjukkan  urutan
materi   dari    pertemuan    kelas    yang    satu    kepertemuan
berikutnya.    Oleh    karena    itu,    pengurutan    kemampuan
menjadi   urutan   pokok   bahasan   perlu   dilakukan   dengan
mengusahakan keterkaitan satu sama lain.
Kemampuan     ‘pemecahan       masalah     dan     ‘penalaran
komunikasi   adalah  kemampuan  yang  diharapkan  tercapai
melalui  belajar  matematika  dan  bukan  merupakan  pokok
bahasan  tersendiri  sehingga  kemampuan  tersebut  dicapai
melalui   pengintegrasian   atau   penyatuan   pada   sejumlah
materi   yang   sesuai.   Pencantuman   kemampuan   tersebut
secara  eksplisit  atau  tersurat  dimaksudkan  agar  mendapat
perhatian untuk dikembangkan. Contoh Skripsi
Diversifikasi pada kurikulum ini ditunjukkan dengan tanda
bintang (*) bagi siswa yang memiliki kemampuan lebih.
Selain  untuk  acuan  penelitian,  indikator  pencapaian  hasil
belajar dapat digunakan dalam menguaraikan materi-materi
lebih   lanjut   dan  merumuskan  tujuan  pembelajaran  yang
lebih khusus (Diknas, 2003: 5).
Guru    hendaknya    memilih    dan    menggunakan    strategi
belajar   yang   melibatkan  siswa   aktif,   baik   secara   mental,   fisik,
maupun  sosial.  Untuk  mengatifkan  siswa,  guru  perlu  memberikan
bentuk  soal  yang  mengarah  pada  jawaban  divergen/terbuka  dan
investigasi/penyelidikan.   Terkait   hal   tersebut,   Hudoyo   (dalam
Ichsan,   1999:   3)   menyatakan   bentuk   soal   dalam   pengajaran
matematika   di   bedakan   dua   jenis,   yaitu   latihan   dan   masalah.
Latihan  bersifat   melatih  siswa   agar  terampil  atau  aplikasi  dari
pengertian  yang  baru  diajarkan,  sedangkan  masalah  menghendaki
kemampuan   siswa   menggunakan   sintesis   dan   analisis   terhadap
konsep-konsep yang telah dipelajari. Contoh Skripsi
Keberhasilan     pembelajaran     matematika     salah     satunya
ditentukan oleh pemilihan metode pembelajaran yang tepat. Untuk
mencapai    tujuan    pengajaran    diperlukan    penggunaan    metode
pembelajaran    yang    optimal.    Ini    menunjukkan    bahwa    untuk
mencapai  kualitas  pengajaran  yang  tinggi  setiap  mata  pelajaran
khususnya     matematika     harus     terorganisasi     dengan     strategi
pengorganisasian  yang  tepat  dan  selanjutnya  disampaikan  kepada
siswa dengan strategi yang tepat pula.
Model-model   pembelajaran   telah   banyak   dikembangkan,
salah satunya adalah  model  investigasi  matematika.  Hopkins  yang
mendefinisikan investigasi matematika merupakan kumpulan tugas
pemecahan  masalah  yang  memiliki  ciri-ciri  isinya  multidimensi,
bentuk soalnya divergen,  merupakan suatu eksplorasi dan berpusat
pada  suatu  tema.  Model  investigasi  matematika  menurut  Thelen
yang   mempunyai   enam   langkah   kegiatan   siswa   yaitu   pertama
memahami    masalah,    kedua    mengeskplorasi    masalah,    ketiga
merumuskan tugas  belajar,  keempat  aktifitas  belajar  siswa,  kelima
analisa kemajuan belajar  siswa,  dan keenam  mengecek ulang  hasil
pelajaran.  Model  investigasi  menurut  Thelen  yang  di  terjemahkan
dalam  enam  langkah kegiatan  yaitu:  (1)  siswa  berhadapan dengan
situasi  yang  problematik,  (2)  siswa  melakukan  eksplorasi  sebagai
respon  terhadap  situasi  yang  problematik,  (3)  siswa  merumuskan
tugas-tugas  belajar  atau  “l  !"#$#%& '!()     dan  mengorganisasikan
untuk  belajar,  (4)  siswa  melakukan  kegiatan  belajar  perorangan
atau  kelompok,  (5)  siswa  menganalisis  kemajuan  dan proses  yang
dilakukan    dalam    belajar    kelompok,    (6)    melakukan    proses
mengulang kegiatan atau “"  *+*l  &!*'$,$'+    (Ichsan, 1999: 5).
Strategi pembelajaran investigasi penting untuk digunakan alasan dalam matematika. Beberapa pentingnya pembelajaran  dengan  srategi  investigasi  matematika  antara   lain
adalah (1) daya nalar siswa akan terasah dengan baik, (2) kreatifitas
dan  keinginan  (curiosity)  siswa  meningkat,  (3)  motivasi  belajar
siswa untuk berperan meningkat, terutama untuk diskusi, berdebat,
berkresi,  dan  mengambil  atau  menanggung  akibat,  (4)  wawasan
dan  pengetahuan  siswa  meningkat,  terutama  dalam  melihat  suatu
masalah    secara    analitis,    sintetis    dan    sistematis,    (5)    rasa
kebersamaan  siswa  meningkat  melalui  tukar  pikiran  untuk  saling
memberi  dan  menerima  pemikiran dan pengerjaan siswa  lain,  dan
 
(6)   rasa   saling   menghormati  diantara   siswa   meningkat   melalui
tantangan   untuk   memberikan   urunan   pemikiran,   cara,   langkah,
teknik, atau alasan dalam proses penyelesaian masalah (Muhsetyo,
1999: 74).
Berdasarkan  kurikulum  berbasis  kompetensi  untuk  bidang
studi matematika (Diknas, 2003:13), Teorema Pythagoras diajarkan
pada  kelas  2  SMP  Negeri  semester  ganjil.  Teorema  Pythagoras
banyak      digunakan      dalam      kehidupan      sehari-hari,      untuk
memecahkan masalah  dalam matematika.
Dari hasil wawancara pada tanggal 4 September 2004 dengan
salah  satu  pengajar  di  SMP  Negeri  2  Batu  mengatakan  bahwa
masih  banyak  siswa  yang  mengalami  kesulitan  terutama  dalam
mengubah   bahasa   sehari-hari  kedalam   bentuk   matematika,   dan
dalam  menentukan  penyelesaian  soal-soal  cerita  dalam  teorema
Pythagoras.   Hal  ini  sejalan   dengan  pendapat   Mac   Gregor   dan
Stacey    (dalam    Rohani,    2003:    2),    dalam    penelitiannya    ia
menyatakan bahwa banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam
memformulasikan     persamaan-persamaan     aljabar     dari     suatu
informasi   yang   disajikan   dengan   menggunakan   kalimat   (soal
cerita).
Soal-soal  yang  berhubungan  dengan  bilangan  tidak  begitu
menyulitkan  bagi  siswa  yang  memiliki  kemampuan  kurang  akan
soal-soal  yang  menggunakan kalimat  atau soal cerita  sangat
menyulitkan    siswa     yang    berkemampuan    kurang.    Beberapa
kesalahan     siswa     dalam     menyelesaikan     soal-soal     teorema
Pythagoras,  yaitu  (1)  kesalahan  dalam  menentukan  bagian-bagian
yang     diketahui     dan     yang     ditanyakan     dalam     soal,     (2)
menerjemahkan  soal  cerita  ke  dalam  model  matematika,  dan  (3)
menyelesakan   model   matematika   yaitu   kesalahan   siswa   dalam
melakukan   cara   komputasi/menghitung   yang   diperlukan   untuk
mencari  jawaban  dari  model  matematika  tersebut  (Rohani,  2003:
3).
Beberapa pendapat  di atas,  menunjukkan bahwa siswa masih
mengalami    kesulitan    dalam    memecahkan    masalah    teorema
Pythagoras  yang  berkaitan  dengan  kehidupan  sehari-hari,  hal  ini
disebabkan  model  pembelajarannya   masih   menggunakan   model
pembelajaran konvensional, yaitu guru dalam mengajarkan teorema
Pythagoras  mengikuti  alur  memberi  informasi,  ceramah,  latihan
soal,   dan  pemberian  tugas.   Padahal  pembelajaran  konvensional
yang  mengacu  pada  pandangan  behavioristik  sudah  saatnya  dikaji
ulang atau bahkan ditinggalkan sama sekali (Usman,1992: 34).
Mengingat   pentingnya  peranan  teorema  Pythagoras  dalam
matematika  dan  dalam  kehidupan  sehari-hari,  maka  pemahaman
teorema   Pythagoras   perlu   ditekankan   sedini   mungkin.   Dengan
demikian,  pembelajaran teorema  Pythagoras  harus  diarahkan pada
pemahaman siswa bukan pada perolehan informasi (Tamrin, 2003:
1). Dengan model investigasi, diharapkan dapat memacu para siswa
SMP Negeri 2 Batu untuk bekerja sama, saling membantu bertukar
pendapat,    berdiskusi,    saling    menerima    satu    sama    lain    dari
perbedaan   kemampuan   dan   latar   belakang   dalam   memcahkan
masalah  melalui  penyelidikan  secara  kelompok  untuk  mencapai
tujuan bersama.
Berdasarkan      fenomena      di      lapangan      maka      peneliti
menganggap    bahwa    hal   ini   merupakan   masalah   yang   perlu
dipecahkan.     Untuk     memecahkan     persoalan     tersebut,     perlu
dikembangkan suatu pembelajaran teorema Pythagoras yang dapat
membuat  pembelajaran efektif, bermakna, dan menarik. Maka dari
permasalahan        diatas        peneliti                menggambil        judul
!IMPLEMENTASI    MODEL    INVESTIGASI    MATEMATIKA
UNTUK               MENGEFEKTIFKAN               PEMBELAJARAN
MATEMATIKA  PADA  MATERI  TEOREMA  PYTHAGORAS
KELAS 2 SMP NEGERI 02 BATU".
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan   latar   belakang   yang   telah   diuraikan   diatas,
maka  penelitian  ini  akan  terfokus  pada   hal-hal  yang   berkaitan
dengan    bagaimana     mengimplementasikan    model    investigasi
matematika
untuk
mengefektifkan
pembelajaran
teorema
Pythagoras. Kejelasan fokus penelitian ini tampak dalam pertayaan
penelitian dan tujuan penelitian
a.    Bagaimana penerapan model investigasi matematika yang dapat
mengefektifkan  pembelajaran   teorema  Pythagoras  pada  siswa
kelas 2 SMP Negeri 2 Batu.
b.   Bagaimana   hasil   yang   dicapai   siswa   dalam   pembelajaran
teorema  Pythagoras  dengan  menggunakan  model  investigasi
matematika.
=================================== 
DAPATKAN FILE nya Dengan menghubungi admin
Anda dapat memiliki word/file aslinya
Silahkan download file aslinya setelah menghubungi admin….. klik disini
 Hanya mengganti biaya administrasi pengelolaan webite sebesar,  50.000,- MURAH Meriah
                                                     Anda tidak repot lagi mencari referensi.
                                                     Di jamin asli.contohmakalah

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

1

2










                 KLIK

translet