SILAHKAN GUNAKAN FASILITAS "SEARCH" pojok kanan atas
untuk mencari judul skripsi yang di inginkan

pemesanan => Hub: 0857-351-08864

Thursday, January 12, 2012

pola pengembangan professional tenaga kependidikan pada madrasah aliyah | Contoh Skripsi

Penulis : -
Kode     : 129
Judul     :  pola pengembangan professional tenaga kependidikan pada madrasah aliyah model madrasah percontohan wilayah jawa timur (studi kasus pada madrasah aliyah negeri 3 malang ) (tesis)
 -------------------------------------------------
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Saat ini masyarakat dan bangsa Indonesia telah memasuki abad 21, era globalisasi yang penuh tantangan. Tantangan global yang merupakan akibat adanya kemajuan teknologi komunikasi yang canggih di era digital yang mampu menembus batas-batas teritorial dalam waktu yang sangat singkat sangat berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. Kondisi ini menuntut kesiapan sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif sehingga mampu menyikapi dan mengantisipasinya dengan cepat dan tepat.

Dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas di masa yang akan datang, pendidikan mempunyai fungsi yang sangat srtategis dan peranan yang sangat penting, sebab tanpa pendidikan, kepribadian manusia sebagai subyek belum dapat memberikan jaminan untuk mewujudkan cita-cita pembangunan (Hariwung, 1989). Selanjutnya melalui pendidikan pula manusia dapat mengungkap misteri kehidupan sekaligus dapat menempatkan dirinya sebagai subyek dalam setiap perubahan sosial, karenanya pendidikan dianggap sangat perlu dalam membawa perubahan sosial dengan cara-cara yang damai. (Weiler, 1980).  Sedangkan Suryadi dan Tilaar (1994) mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan manusia-manusia yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, pendidikan memainkan peranan sebagai sarana utama, sebab pendidikan memiliki fungsi yang hakiki untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi pelaksana pembangunan di segala bidang kehidupan. Dalam upaya menyikapi irama dinamika perubahan sosial yang terjadi dimasa mendatang, dipandang perlu meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia (human resource developmment) (Nadler, 1982) melalui jalur pendidikan sekolah.
Contoh Skripsi
Diantara berbagai jalur pendidikan sekolah, madrasah aliyah memiliki fungi dan peranan ganda dibanding dengan lembaga setingkat lainnya, hal ini terlihat dari isi kurkulumnya yang mengintegrasikan antara pengajaran umum dan agama. Sesuai dengan Surat Keputusan Menag No. 370 tahun 1993 Madrasah Aliyah (MA) merupakan kelompok Sekolah Menengah Umum (SMU) yang berciri khas agama islam, ini artinya materi umum yang disajikan “sama persis” dengan di SMU disertai penambahan muatan pada materi agama.Contoh Skripsi
Pematangan materi agama saat memasuki era globalisasi ini sangat diperlukan, sebagai penstabil kepribadian manusia dalam menyikapi kehadirannya. Fromm (1956) menyatakan bahwa kehancuran tata kehidupan manusia oleh karena masyarakat terlalu menekankan aspek materi dan kurang melihat aspek kebutuhan psikologis manusia dalam kehidupannya. Demikian pula Jung menyebutkan bahwa perhatian kepada kepentingan kehidupan materi dan melupakan ajaran agama adalah pangkal kehancuran umat manusia (Jacob, dalam Sofian Effendi, 1992). Berkaitan dengan hal tersebut, Naisbitt (1990) mengingatkan pentingnya pendidikan nilai bagi pendidikan masa depan. Hal ini bertolak dari kecenderungan adanya penafikan moralitas dan nilai-nilai etika tradisional dalam masyarakat modern.
Berkaitan dengan itu, Nasr (1975) memprediksi bahwa ketika modernitas mengalami puncaknya, manusia modern berangsur-angsur mengalami kehampaan spiritual dan stagnasi. Dalam kondisi demikian, maka agama akan bangkit sebagai penyelamat manusia modern. Oleh karena itu dapat dipahami selain terdapat berbagai kecemasan dan kerisauan akan termarginalnya peran dan fungsi agama, juga terdapat harapan bahwa pada millenium ketiga ini akan dapat menjadi era kebangkitan agama atau era spiritualitas. Hal inilah yang seharusnya dicermati dan direspon sebagai tantangan dan sekaligus sebagai peluang untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia.
Contoh Skripsi
Uraian di atas memberikan gambaran lebih jelas, bahwa madrasah berpeluang menjadi lembaga pilihan, karena pada era tersebut memberikan dampak samping yang berupa kemerosotan moral. Tentunya hal ini akan menjadi kenyataan apabila madrasah mampu membersihkan diri dari 3 kesan utama yang disandang madrasah selama ini, yaitu : (1) masih berorientasi masa silam yang berciri konseravatisme; (2) mutu penyelenggaraan sangat rendah sehingga profesionalisme tidak jelas; dan (3) relevansi pendidikan islam kurang mampu merespon tuntutan perkembangan baru dan riil. Tiga kesan pertama yang melekat tersebut yang menyebabkan madrasah terpuruk tidak mampu bersaing dengan lembaga-lembaga baru yang bermunculan dengan membawa bendera yang beraneka macam. Padahal madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berciri agama islam memiliki kekuatan dan daya tarik yang sangat besar, kekuatan itu terletak pada ideologis keagamaan (ideologically religious based). Melalui kekuatan inilah madrasah mempunyai kekuatan untuk tetap eksis dan memperoleh dukungan kuat dari masyarakat beragama. Kekuatan lainnya, tampak pada sistem pengajaran agama yang lebih luas dan aplikatif dibanding dengan sekolah umum, sehingga dalam aspek itu madrasah sulit tersaingi sekolah umum (Furchan, 1995).Contoh Skripsi
Disamping itu Tim Ditjen Bimbagais Depag RI (1997) sebagai lembaga yang menaungi madrasah menyadari adanya beberapa kelemahan yang melekat pada madrasah, menurutnya ada tiga aspek kelemahan madrasah. Pertama unsur kurikulum yang dinilai : (1) terlalu sarat sehingga memicu stres murid; (2) kurang fungsional bagi kepentingan murid sendiri maupun untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya; dan (3) kurang proporsional dilihat dari segi tingkat usia murid. Kedua, Sumber daya pendidikan yang meliputi : (1) sumber daya manusia yang masih kurang mewadai, terutama pada aspek kepemimpinan dan guru di madrasah; (2) sarana dan prasarana yang masih terbatas; (3) dan pembiayaan yang masih serba kekurangan. Ketiga, segi kualitas pembelajaran yang masih membutuhkan peningkatan penguasaan teknologi pembelajaran modern dan inovasi pembelajaran lainnya.
Karena sejumlah kelemahan itulah, banyak masyarakat menilai madrasah aliyah sebagai second class. Namun demikian, peluang madrasah dewasa ini terdapat pada persamaan kedudukan dengan sekolah umum, sehingga asumsi masyarakat yang semula menilai madrasah pada umumnya sebagai second class telah berubah dengan penilain positif yaitu madrasah merupakan sistem pendidikan terintegrasi antara pengajaran umum dan agama. Fenomena perkembangan dari penyimpangan pola perilaku murid-murid SMU dewasa ini menjadi indikasi bahwa madrasah menjadi salah satu tumpuan harapan orang tua dalam pembinaan mental spiritual anak-anaknya (Arifin, 1998)
Penilaian positif masyarakat ini harus ditangkap oleh madrasah dengan semakin memperbaiki kemasannya, sehingga  beban ganda; di satu sisi harus berprestasi dalam bidang studi umum di sisi lain harus unggul dalam bidang studi agama, itu benar-benar tercapai. Menghadapi tuntutan ganda selama ini, madrasah harus lebih memberdayakan tenaga kependidikan yang dibutuhkan serta memodifikasi kurikulum yang lebih ekspresif dan praktis.
Upaya modifikasi kurikulum tersebut tercermin dalam bentuk perubahan dan pengembangan metode belajar mengajar. Perubahan yang dimaksud antara lain dengan : (1) mengubah cara belajar dari model warisan menjadi cara belajar pemecahan masalah; (2) dari hafalan ke dialog; (3) dari pasif ke heuristic; (4) dari memiliki ke menjadi; (5) dari mekanis ke kreatif; (6) dari segi penguasaan materi sebanyak-banyaknya menjadi menguasai metodologi yang kuat; (7) dari memandang dan menerima ilmu sebagai final yang mapan menjadi memandang dan menerima ilmu dalam dimensi proses; dan (8) fungsi pendidikan bukan hanya mengasah dan mengembangkan akal, tetapi mengolah dan mengembangkan hati (moral) dan keterampilan. Oleh karena itu keteladan merupakan cara yang amat baik dalam menumbuh-kembangkan budi pekerti luhur, kesetiakawana sosial, disiplin dan etos kerja (Mastuhu, 1999)
Contoh Skripsi
Disamping kurikulum, pemberdayaan tenaga kependidikan khususnya guru menjadi prsarat mutlak yang harus dilakukan. Sebuah studi menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan di sebuah sekolah atau madrasah 60% tergantung dari kemampuan guru tampil di depan kelas, 25% tergantung dari kepemimpinan kepala sekolah/madrasah dan 15% dipengaruhi penyediaan sarana prasarana. Namun demikian dilihat dari aspek gurunya, kondisi sebagian besar madrasah, terlebih yang ada di pedesaan atau pinggiran kota, masih sangat memprihatinkan. Dari segi kuantitas masih belum ada kesinambungan rasio jumlah guru dan murid. Ataupun kalau sudah berimbang, guru tidak bekerja full-time. Dari segi kualitas, kondisi madrasah malah lebih memprihatinkan. Mereka umumnya berlatar belakang pendidikan non keguruan, disamping keadaannya pun tidak homogen (Malik, 1998). Dari segi konsentrasi guru dalam mengajar, keadaan madrasah pada umumnya kurang menggembirakan. Madrasah sering berganti-ganti guru, disebabkan mereka mengajar sebagai pekerjaan sambilan. Keberadaan guru yang kurang menguntungkan ini menyebabkan proses belajar mengajar tidak dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu pembinaan profesionalisme guru merupakan kebutuhan yang sangat mendesak.
Dalam menyikapi kondisi ini, kehadiran Madrasah Aliyah Negeri Model (MANM) yang merupakan salah satu upaya pembinaan yang dikembangkan Dirjen Binbaga Islam Depag RI dalam  lingkungan Madrasah Aliyah yang diorientasikan pada peningkatan mutu penyelenggaraan madrasah sangatlah tepat.
Contoh Skripsi
MANM didasari visi bahwa upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang  bermuara kepada tujuan pembangunan nasional memerlukan usaha-usaha yang sistematis, terarah, dan intensional dalam menggali dan mengembangkan potensi manusia indonesia secara maksimal sehingga dapat menjadi bangsa yang maju, sejahtera, damai, dengan berdasarkan Pancasila, serta dihormati dan diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain dalam percaturan global. Berdasarkan visi tersebut, maka misi MANM adalah meningkatkan dan mengembangkan potensi sumber daya manusia indonesia sebagai subyek dan wahana untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.Contoh Skripsi
Secara khusus, MANM bertujuan untuk menghasilkan keluaran pendidikan yang memiliki keunggulan dalam hal-hal berikut ini: (1) keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai sekolah yang berciri khas islam; (2) nasionalisme dan patriotisme yang tinggi; (3) wawasan IPTEK yang mendalam dan luas; (4) motivasi dan komitmen yang tinggi untuk mencapai prestasi dan keunggulan; (5) kepekaan sosial dan kepemimpinan; dan (6) disiplin yang tinggi yang ditunjang oleh kondisi fisik yang prima.
Pengembangan MANM ini diharapkan memiliki sumbangan nilai strategis dalam prespektif global. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena tantangan global dan persaingan antar bangsa yang semakin nyata menuntut tersedianya sumberdaya manusia yang unggul, yang bukan hanya bersaing dalam lingkup nasional melainkan dalam lingkup global. Dalam kenyataan sekarang, secara umum kualitas sumber daya manusia indonesia belum sesuai dengan apa yang diharapkan sehingga memerlukan upaya-upaya yang serius untuk mengatasinya. Dalam konteks ini, peserta didik yang memiliki kemampuan unggul merupakan aset bangsa yang sangat berharga untuk merespon tantangan-tantangan bangsa di masa kini dan mendatang. Aset ini tidak dapat disia-siakan, dan seharusnya dikembangkan secara sistematis melalui pendidikan.
Namun demikian, keberadaan MANM dengan sejumlah target yang ditetapkan ini akan dapat terealiasi apabila dikelola secara profesional dan didukungan oleh sumber daya manusia; khususnya tenaga kependidikan yang berkualitas yang mampu menjalankan profesinya dengan sebaik mungkin. Guru sebagai salah satu tenaga kependidikan merupakan ujung tombak dari upaya pencerahan pendidikan di madrasah. Karena itu pembinaan profesionalisme guru mutlak diperlukan.
Pembinaan profesionalisme tenaga kependidikan, memiliki sejumlah harapan, antara lain: (1) dimilikinya ruhul jihad di dalam dada setiap guru; (2) dimilikinya kompetensi guru yang senantiasa siap melayani siswa; (3) bertambahnya wawasan kependidikan; (4) bertumbuhkembangnya kreasi dan inovasi guru di bidang pendidikan; dan (5) terciptanya lingkungan yang kondusif untuk saling berlomba meningkatkan kemampuan pelayanan kepada murid.
Contoh Skripsi
Pengembangan kemampuan profesional tenaga pendidkan ini terasa semakin dituntut pada madrasah aliyah yang bertujuan menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan umum sesuai tuntutan dunia kerja serta memiliki kepribadian islami yang mantap. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kepribadi islami ini perlu mendapatkan contoh-contoh yang baik  “uswatun hasanah” dari para tenaga pendidiknya. Kepala madrasah sebagai pemimpin pendidikan harus mengarahkan pendidikan pada pembentukan manusia indonesia seutuhnya dengan tekanan bobot kualitas yang mencakup: iman, taqwa, budi pekerti luhur, tanggung jawab, dan mampu berpikir rasional dan mandiri. Dengan demikian penyajian pengajaran di madrasah diarahkan untuk menumbuhkan komitmen yang dijiwai ajaran islam untuk meningkatkan daya pikir dan daya nalar sehingga dapat menyaring nilai-nilai baru dari luar secara selektif dalam rangka adaptasi serta mampu belajar dari kenyataan. Dalam program pengajaran umum di madrasah disajikan dua kelompok mata pelajaran, yaitu kelompok mata pelajaran islam dan kelompok mata pelajaran umum. Mata pelajaran tersebut harus disajikan oleh guru mata pelajaran masing-masing dengan mengemban pesan bahwa penyajian tersebut harus dijiwai oleh agama islam. Hal ini menyebabkan para guru masalah yang sulit diwujudkan, karena setiap mata pelajaran memiliki materi, metode, dan evaluasi yang berbeda.
Kondisi di atas menimbulkan pertanyaan, bagaimanakah mewujudkan pembelajaran IPA/IPS atau lainnya  yang dijiwai oleh agama islam? Jawabannya, bergantung pada inovasi, kreasi dan kemampuan profesional tenaga pendidiknya serta kebijakan tiap madrasah dalam menyikapi kurikulum yang ada. Oleh karena itu pengembangan diri kemampuan tenaga kependidikan terutama guru di madrasah mutlak diperlukan lebih-lebih pada Madrasah Aliyah Model seperti Madrasah Aliyah Negeri  (MAN) 3 Malang.
Contoh Skripsi
MAN 3 Malang, selain mengemban misi dan visi MANM pada umumnya juga terpilih sebagai proyek pembinaan dan pengembangan madrasah pada wilayah kerja Kanwil Departemen Agama Propinsi Jawa Timur dalam membentuk “Madrasah Terpadu”, yaitu madrasah yang memiliki program pengembangan yang relatif sama mulai tingkat Ibtida’iyah sampai Aliyah (yaitu MIN Malang I, MTsN Malang II dan MAN 3 Malang) yang diselenggarakan pada satu komplek, yang dikenal dengan istilah “Komplek Jalan Bandung 7 Malang”. Hal ini didasarkan pada kemunculan MIN Malang I sebagai Madrasah Percontohan Nasional sejak 1990-an (Jawa Pos 1 Juni 1994), yang kemudian diikuti oleh keberhasilan MTsN Malang I memberikan rasa optimis bahwa MAN 3 Malang dalam waktu yang tidak terlalu lama akan berhasil menjadi Madrasah Aliyah Negeri Model yang betul-betul dapat dijadikan contoh oleh Madrasah Aliyah lainnya. Rasa optimisme ini semakin kuat seiring dengan kehadiran Kepala Madrasah yang baru; Drs. H. Abdul Djalil, M.Ag pada MAN 3 Malang ini tercatat sebagai kepala yang pertama kali mampu melambungkan nama MIN Malang I dan MTsN Malang I pada tingkat nasional.
Dalam upaya merealisasi “program besar” yang dicanangkan oleh Kanwil Depag Propinsi Jawa Timur untuk menjadikan madrasah pada komplek Jalan Bandung 7 Malang ini sebagai Madrasah Terpadu, tentunya membutuhkan ketersediaan sumber daya yang memadai terutama tenaga kependidikan yang profesional. Seiring dengan hal itu muncul pertanyaan: bagaimanakah kesiapan tenaga kependidikan di MAN 3 Malang dalam penyelenggaraan Madrasah Aliyah Negeri Model?, serta apakah upaya yang dilakukan  dalam pengembangan kemampuan profesional tenaga kependidikan di MAN 3 Malang? Hal ini sangat menarik untuk dikaji lebih dalam dengan melalui prosedur penelitian, dengan demikian akan tergambar pola pengembangan kemampuan profresional tenaga kependidikan di Madrasah Aliyah Negeri Model ini.

B. Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka secara umum permasalahan dalam penelitian ini adalah pada “Pola Pengembangan Kemampuan Tenaga Kependidikan dalam Penyelenggaraan Madrasah Aliyah Negeri Model di Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang”. Selanjutnya fokus penelitian dirumuskan sebagai berikut :
1.    Persepsi guru MAN 3 Malang tentang Madrasah Aliyah Negeri Model
2.    Kesiapan sarana-prasarana MAN 3 Malang dalam penyelenggaraan Madrasah Aliyah Negeri Model
3.    Kesiapan tenaga kependidikan di MAN 3 Malang dalam penyelenggaraan Madrasah Aliyah Negeri Model
4.    Upaya yang dilakukan MAN 3 Malang dalam pengembangan kemampuan tenaga kependidikan
5.    Faktor-faktor yang merupakan kendala pada upaya pengembangan kemampuan tenaga kependidikan
6.    Cara-cara mengatasi kendala dalam pengembangan kemampuan tenaga kependidikan



=================================== 
Anda dapat memiliki word/file aslinya
Silahkan download file aslinya setelah menghubungi admin….. klik disini
 Hanya mengganti biaya administrasi pengelolaan webite sebesar,  50.000,- MURAH Meriah
                                                     Anda tidak repot lagi mencari referensi.
                                                     Di jamin asli.contohmakalah

winrar sortware: 
http://www.ziddu.com/download/17271885/wrar390.exe.html



No comments:

Post a Comment

Post a Comment

1

2










                 KLIK

translet


Tags

tempat sharing

Blog Archive

Blog Archive