SILAHKAN GUNAKAN FASILITAS "SEARCH" pojok kanan atas
untuk mencari judul skripsi yang di inginkan

pemesanan => Hub: 0857-351-08864

Tuesday, February 28, 2012

analisis pengaruh tingkat modal sendiri, tingkat inflasi dan likuiditas terhadap perkembangan pembiayaan | Contoh Skripsi

Penulis : -
Kode     :153
Judul     :  analisis pengaruh tingkat modal sendiri, tingkat inflasi dan likuiditas terhadap perkembangan pembiayaan. (studi kasus pada bank muamalat Indonesia)
 -------------------------------------------------
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Bank sebagai salah satu lembaga keuangan mempunyai peranan yang sangat
vital bagi perekonomian nasional.Peranan bank menjadi salah satu harapan bagi
pemerintah untuk mendukung pelaksanaan kebijakan moneter guna menciptakan
stabilitas perekonomian nasional yang kuat.Bahkan hampir semua kegiatan di bidang
perekonomian dan keuangan selalu melibatkan bank didalamnya.Sehingga tidak bisa
dipungkiri lagi ketika terjadi permasalahan di dunia perbankan akan sangat
berdampak terhadap perekonomian nasional. Sebagai lembaga intermediary, bank
berperan menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada
masyarakat dalam bentuk penyaluran kredit atau pembiayaan. Selain itu, bank juga
berperan menyediakan jasa-jasa keuangan lainnya seperti letter of credit (L/C), bank
garansi, jasa pengiriman uang dan lain sebagainya.
Perkembangan industri perbankan dan jasa keuangan telah mengalami
kemajuan yang pesat beberapa tahun terakhir ini sebagai akibat dari kemajuan
teknologi dan deregulasi finansial.Adanya deregulasi finansial mengakibatkan
fenomena baru yang mengakibatkan iklim persaingan semakin ketat, termasuk
didalamnya adalah persaingan dalam perbankan syariah.Contoh Skripsi
Menurut Undang-Undang nomor 10 tahun 1998, lembaga perbankan di
Indonesia telah terbagi menjadi dua jenis.Yaitu, bank yang bersifat konvensional dan
yang bersifat syariah. Perkembangan bank syariah mulai tumbuh sejak
diberlakukannya Undang-Undang nomor 7 tahun 1992 yang memunculkan aspirasi
umat islam untuk dapat mewujudkan industri perbankan syariah. Walaupun Undang-
Undang nomor 7 tahun 1992 belum memberikan landasan hukum yang kuat, namun
undang-undang tersebut setidaknya mampu memberikan peluang yang besar bagi
awal perkembangan bank syariah di Indonesia. Selang enam tahun kemudian, dengan
dikeluarkannya undang-undang nomor 10 tahun 1998, maka bank syariah telah
memiliki landasan hukum yang lebih kuat serta jenis-jenis usaha yang dioperasikan
oleh bank syariah. Hingga akhirnya pada tahun 2008, pemerintah mengeluarkan
undang-undang nomor 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah yang semakin
mempertegas landasan hukum keberadaan bank syariah dengan mengharuskan bank
konvensional memisahkan unit usaha syariah miliknya menjadi bank umum syariah
bila nilai aset telah mencapai separuh (50%) dari total aset bank induk atau 15 (lima
belas) tahun berlakunnya undang-undang ini.Contoh Skripsi
Dengan dikeluarkannya undang-undang no 21 tahun 2008 ini, maka peluang
bagi bank syariah untuk lebih dapat mengembangkan kegiatan operasionalnnya
semakin terbuka lebar.Undang-Undang tersebut telah memberikan inspirasi bagi bank
syariah untuk terus eksis dan mengembangkan strategi guna dapat bersaing secara
sehat dengan bank konvensional di bawah payung hukum perundang-undangan.Kini
sudah setahun setelah dikeluarkannya Undang-Undang tersebut, bank syariah terus
melenggang seraya memberikan pelayanan yang lebih baik kepada nasabah dengan
tetap memegang teguh prinsip-prinsip syariah. Dan yang tidak kalah menariknya
adalah sepak terjang bank syariah semakin sering diperbincangkan di kalangan orang
ekonom dan sering menjadi sorotan utama di berbagai media massa.

Bank muamalat adalah bank syariah pertama kali berdiri di Indonesia. Setelah
tumbuh sehat selama satudasawarsa, Bank muamalat memandangtahun 2009 sebagai
saat yang tepat untukmerestrukturisasi serta memperkokohlandasan usaha demi
pertumbuhan di masadepan.Sekalipun dunia dilanda krisis keuanganmaupun resesi
ekonomi, sektor perbankansyariah di Indonesia tetap kokoh danbergairah. Prospek
pertumbuhannya di masadepan pun sangat menjanjikan.Sebagai bank pertama murni
syariah, danpelopor di pasar perbankan syariah nasionalsejak tahun 1991.Bank
Muamalat memilikiposisi yang strategis guna memanfaatkanpeluang pertumbuhan
tersebut.Untuk itu,Bank Muamalat harus membangun landasandan infrastruktur yang
lebih kokoh.Pada tahun 2009, Bank Muamalat melakukanbeberapa perubahan
struktural, perbaikansistem operasional, serta penyelarasan liniusaha.Semua ini
adalah dalam rangka transformasi bank muamalat yang berkelanjutanuntuk menjadi
bank syariah modern yangberoperasi dengan standar kelas dunia dan lebihsiap untuk
melayani kebutuhan nasabah darisegala lapisan masyarakat, di berbagai kota besar
hingga pelosok nusantara, bahkan diluar negeri.
Aset bank muamalat tumbuh lebih cepat daripada pertumbuhan aset industri
perbankan meskipun peningkatan pangsa pasarnya terasa berat. Jika pada tahun 2004
pangsa aset perbankan syariah terhadap aset bank umum sebesar 1,20%, hingga
sekitar 4,5 tahun kemudian pangsanya hanya naik menjadi 2,21%. Pada tahun 2009,
Aset Bank Muamalat Indonesia (BMI) meningkat sebesar 27,09%. Pada tahun 2010
total aset Bank Muamalat Indonesia tercatat meningkat sebesar 33,53% dibanding
aset pada tahun 2009.Contoh Skripsi
Fokus pembiayaan pada tahun 2009 adalah meminimalisasi risiko kredit
akibat dampak dari krisis dengan mengambil langkah-langkah konsolidatif.Hal ini
menyebabkan dari segi pertumbuhan pembiayaan yang tidak terlalu besar,
BankMuamalat mencatat pertumbuhan sebesar 8.66 % yaitu dari Rp 10.517,86 miliar
menjadi Rp 11.428,01 miliar pada akhir 2009.Pangsa perbankan mencapai 3, 16%
menunjukkan bukti bahwa perbankan syariah lebih giat menjalankan fungsi
intermediasinya.(www.muamalatbank.com).
Menurut Bambang Sutrisno, Sekjend Asosiasi Bank Syariah Indonesia
(Asbisindo), ada permasalahan bank syariah yang menyebabkan pertumbuhan atau
perkembangan perbankan syariah terasa lambat belum sebanding dengan potensi
yang dimilikinya, yaitu permasalahan yang menjadikan bank syariah kurang bisa
berkembang, terkait dengan permodalan.Sampai saat ini modal bank syariah masih
terhitung kecil. Untuk mencapai asset sebesar Rp 100 triliun harus dibutuhkan
injeksimodal sebesar 156% dari modal yang ada saat ini, yaitu dibutuhkan injeksi
modal hingga Rp 5 triliun.
Keadaan ini menunjukkan bahwaperkembangan perbankan syariahnasional
belum mencapai perkembanganyang diinginkan.Hal ini disebabkan olehbeberapa
kendala yang ada dalam pengembangan perbankan syariah. Menurut (Antonio, 2001:
45) kendalapengembangan bank syariah antara lainsumber daya manusia, belum
terpenuhinyaperaturan pemerintah di bidang perbankansyariah yang memadai,
kurangnya akademisiperbankan syariah dan kurangnyasosialisasi ke masyarakat
tentang keberadaanbank syariah.
Memperhatikan fungsi pokok perbankansebagai lembaga yang
mempunyaifungsi intermediasi keuangan/dana, danmanfaat yang besar bagi
masyarakat (sektor riil), pembiayaan merupakan indikator utama untuk mengukur
perkembangan dan pertumbuhanpangsa pasar perbankan syariahnasional, sehingga
perlu dikaji seberapa besar faktor-faktor mempengaruh besarnyajumlah pembiayaan
yang disalurkan ke masyarakat oleh sebuah lembaga keuangan(perbankan syariah).
Menurut (Muhammad, 2005: 40), faktor-faktor yang mempengaruhi
pembiayaan perbankan syariah, yaitu: sumber dana, kemampuan pasar untuk
menyerap penawaran, anggaran bank, danketentuan-ketentuan moneter.
Sedangkan menurut (Pandia, 2005: 202)ada dua faktor yang mempengaruhi
pembiayaan yaitu faktor internaldan faktor eksternal. Faktor internal antara lainself
dealing atau tindakan kecurangan dari pengelola, kurangnya pengalaman pengelola,
kurang baiknya manajemen pengelola, lemahnya pengawasan dan kecerobohan pihak
pengelola. Faktor external antara lain kondisi ekonomi makro, politik, kebijakan
pemerintah, tekanan dari pihak pemerintah, persaingan, dan proses likuiditas.
Seperti Muhammad dan Pandia penelitian ini ingin menguji beberapa faktorfaktor
yang mempengaruhi jumlah pembiayaan yang disalurkan kemasyarakat oleh
bank syariah, yaitu:sumber dana (Modal Sendiri)sebagai faktor efisiensi penggunaan
sumber daya, kondisi ekonomi makrosebagai faktor arus inflasi dantingkat likuiditas.
Pada suatu bank, sumber perolehan modalbank dapat diperoleh dari beberapa
sumber.Pada awal pendirian, modal bank diperolehdari para pendiri dan para
pemegang saham.Pemegang saham menempatkan modalnyapada bank dengan
memperoleh hasil keuntungan di masa yang akan datang.Bank sebagai unit bisnis
selalu berusaha menyeimbangkan pertumbuhan bisnisnya, salah satunya yaitu
berbentuk modal.Dengan kata lain, modal bank adalah aspekpenting bagi suatu unit
bisnis bank. Sebabberoperasi tidaknya atau dipercaya tidaknyasuatu bank, salah
satunya sangat dipengaruhioleh kondisi kecukupan modalnya. Menurut Karim (2007:
47), modal bankmempunyai tiga fungsi yaitu pertama, sebagaipenyangga untuk
menyerap kerugianoperasional dan kerugian lainnya. Kedua,sebagai dasar untuk
menetapkan batas maksimumpemberian kredit.Ketiga, modal jugamenjadi dasar
perhitungan bagi para partisipanpasar untuk mengevaluasi tingkat kemampuanbank
secara relatif untuk menghasilkankeuntungan.Contoh Skripsi
Seperti teori Karim (2004: 50) yang menyebutkan salah satu sumber dana
yang bisa digunakan untuk pembiayaan (loan) adalah modal sendiri (ekuitas),
sehingga semakin besar sumber dana (ekuitas) yang ada maka bank akan dapat
menyalurkan pembiayaan dalam batas maksimum yang lebih besar pula.
Variabel lain yang berkaitan dengan pembiayaan adalah Inflasi. Menurut (Rivai,
2007: 615) kestabilan inflasi sangat penting untuk mendukung kesejateraan
rakyat.Kestabilan dapat menimbulkan kepercayaan masyarakat dalam melakukan
aktivitas ekonominya, baik konsumsi maupun investasi.Gejolak inflasi yang
signifikan akan mengganggu kestabilan perekonomian. Dampak adanya inflasi yang
tinggi pun akan merugikan banyak golongan masyarakat. Bank syariah sebagai salah
satu pemain di industri keuangan perbankan tidak luput dari dampak inflasi.Inflasi
dapat menyebabkan tingginya resiko default. Resiko ini akan meningkatkan non
performing financing (NPF) perbankan syariah. Sehingga ketika tingkat inflasi dalam
keadaan tinggi, maka pihak bank akan sangat berhati-hati dalam menyalurkan
pembiayaan. Selain itu inflasi juga bisa memberikan tekanan bagi bank syariah dalam
hal penghimpunan dana dari masyarakat, naik turunnya inflasi akan mempengaruhi
tingkat saving masyarakat, sehingga hal tersebut akan mempengaruhi pembiayaan
bank syariah (Rivai, 2007: 645). Penelitian Susanto (2011) menyimpulkan bahwa
tingkat inflasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap realisasi jumlah
pembiayaan yang disalurkan oleh bank syariah di indonesia.
Selain variabel diatas, tingkat likuiditas juga dapat mempengaruhi
pembiayaan pada bank syariah. Kesulitan atau kegagalan dalam proses likuidasi dari
perjanjian pembiayaan yang telah disepakati antara nasabah debitur dengan bank.
(Pandia, 2005: 203)
Mengingat bahwa fungsi utama bank adalah sebagai lembaga intermediasi,
yaitu selain menyalurkan dana juga mempunyai tanggung jawab atas kemampuannya
untuk mengembalikan kewajiban jangka pendeknnya kepada nasabah atas dana
berupa tabungan, giro dan deposito yang penarikannya dapat dilakukan dalam jangka
pendek atau sewaktu-waktu. (Wrdyaningsih, 2005: 140).Contoh Skripsi
Setiap bank dalam melakukan fungsinya sebagai penyalur dana, yang dalam
bank syariah adalah pembiayaan, harus memperhatikan pula kondisi likuiditasnya.
Sebab jika tidak akan mengakibatkan bank mengalami kelebihan dalam hal
likuiditasnya, yang diakibatkan oleh terlalu besar atau terlalu kecilnya penyaluran
dana yang dilakukan oleh bank. sehingga apapun kondisinya setiap bank harus selalu
memperhatikan nilai likuiditasnya sebagai prioritas utama dan tetap dijaga pada porsi
yang ideal, sehingga tidak terjadi overlikuiditas. (www.bi.go.id).
Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia, maka
diharapkan perekonomian nasional untuk masa yang akan datang bisa terus
berkembang. Dunia perbankan khususnya perbankan syariah pun diharapkan akan
terus berkembang dan tetap eksis sehingga fungsi intermediasi perbankan syariah
dapat berjalan dengan baik. Jika pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang 21
Tahun 2008 yang semakin memperjelas payung hukum perbankan syariah, maka
untuk kedepannya diharapkan pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menghapus
pajak ganda murabahah yang dinilai menghambat bisnis perbankan syariah. Dengan
penghapusan pajak ganda tersebut diharapkan perbankan syariah bisa berkompetisi
secara sehat dengan industri konvensional (Amin dalam Info Bank, 2009).
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas maka penulis bermaksud
untuk melakukan penelitian dengan judul “ANALISIS PENGARUH TINGKAT
MODAL SENDIRI, TINGKAT INFLASI DAN LIKUIDITAS TERHADAP
PERKEMBANGAN PEMBIAYAAN. (Studi Kasus pada Bank Muamalat
Indonesia)”.
Contoh Skripsi
1.2. Rumusan masalah
Kegiatan utama bank syariah dalam penggunaan dana adalah melalui
pembiayaan. Dengan perencanaan pembiayaan yang matang, maka diharapkan dari
hasil pembiayaan tersebut memberikan kontribusi yang maksimal terhadap
keuntungan bank syariah.Untuk merencanakan jumlahperkembangan pembiayaan,
bank muamalat syariah perlu memperhatikan pentingnya tinkat modal sendiri, tingkat
inflasi dan likuiditas.
Berdasarkan penjelasan di atas maka perumusan masalah yang diambil adalah:
1. Apakah modal sendiri, tingkat inflasi dan likuiditas memiliki pengaruhsecara
parsial terhadap perkembangan pembiayaan yang disalurkan oleh bank
muamalat indonesia (BMI)?
2. Apakah modal sendiri, tingkat inflasi dan likuiditas memiliki pengaruh secara
simultan terhadap perkambangan pembiayaan yang disalurkan oleh bank
muamalat indonesia (BMI)?
3. Apakah dari ketiga variabel tersebut, yaitu modal sendiri, tingkat inflasi,
danlikuiditas, manakah yang memiliki pengaruh secara dominan terhadap
perkembangan pembiayaan yang disalurkan oleh bank muamalat indonesia


=================================== 
Anda dapat memiliki word/file aslinya
Silahkan download file aslinya setelah menghubungi admin….. klik disini
 Hanya mengganti biaya administrasi pengelolaan webite sebesar,  50.000,- MURAH Meriah
                                                     Anda tidak repot lagi mencari referensi.
                                                     Di jamin asli.contohmakalah
winrar sortware: 
http://www.ziddu.com/download/17271885/wrar390.exe.html

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

1

2










                 KLIK

translet


Tags

tempat sharing

Blog Archive

Blog Archive