SILAHKAN GUNAKAN FASILITAS "SEARCH" pojok kanan atas
untuk mencari judul skripsi yang di inginkan

pemesanan => Hub: 0857-351-08864

Saturday, October 22, 2011

upaya guru pendidikan agama islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa | Contoh Skripsi


Penulis : -
Kode     : 084
Judul     : upaya guru pendidikan agama islam  dalam meningkatkan motivasi belajar siswa smk negeri 1 bangkalan
-------------------------------------------------



BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
      Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan sangat cepat yang  mewarnai seluruh aspek kehidupan manusia. Dalam rangka mengimbangi perkembangan IPTEK tersebut pemerintah telah menetapkan suatu kebijaksanaan untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi setiap warganya.
      Pencapaian kualitas pendidikan merupakan langkah yang harus dilakukan dengan usaha peningkatan kemampuan professional yang dimiliki oleh guru. Utamanya guru pendidikan agama Islam.
      Pendidikan memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan kualitas manusia. Oleh karena itu, manusia merupakan kekuatan sentral dalam pembangunan, sehingga mutu dan sistem pendidikan akan dapat ditentukan keberhasilannya melalui peningkatan motivasi belajar siswa.

      Ilmu pengetahuan yang diperoleh dari proses pendidikan itu merupakan bekal penting bagi setiap orang untuk menjalankan kehidupan. Dalam Al-Qur’an Surat Al-Mujadilah ayat 11 Allah berfirman:
يا يها الذين امنؤا اذا قيل لكم تفسحوا في المحلس فا فسحوا يفسح ألله لكم وإذا قيل انشزوا فانشزوا يَرْفَعِ اللهُ اَلَّذِيْنَ أمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أوْتُوْالعِلْمَ درجتٍ وألله بما تعملون خبير (المجادلة : 11 )
Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman apabila dikatakan kepadamu: berlapang-lapanglah dalam majlis, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah kamu, maka berdirilah niscaya Allah meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Mujadilah : 11)[1].Contoh Skripsi
      Nabi Muhammad SAW juga menegaskan dalam sebuah haditsnya :
مَنْ اَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَ اْلأخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ (رواه إمام أحمد)
Artinya : “Barang siapa menginginkan kebahagiaan di dunia maka haruslah berilmu dan barang siapa yang menginginkan kebahagiaan di akhirat maka wajiblah ia berilmu dan apabila menginginkan keduanya maka haruslah dengan ilmu”. (HR. Imam Amad)[2].
      Ayat dan hadits tersebut dapat diketahui bahwa dalam menjalankan kehidupan yang penuh dengan permasalahan yang beraneka ragam ini orang membutuhkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang dimiliki dapat dijadikan sebagai kunci bagi permasalahan-permasalahan yang dihadapi selain sebagai bekal dalam menjalankan kehidupan di dunia ilmu pengetahuan juga dapat mengantarkan seseorang untuk mencapai kebahagiaan hidup di akhirat. Dan ilmu pengetahuan itu dapat diperoleh dengan melalui proses belajar.Contoh Skripsi
      Pendidikan sebagai usaha membentuk pribadi manusia harus melalui proses yang panjang dengan resultat (hasil) yang tidak dapat diketahui dengan segera. Dalam proses pembentukan tersebut diperlukan suatu perhitungan yang matang dan hati-hati berdasarkan pandangan dan pikiran-pikiran atau teori yang tepat, sehingga kegagalan atau kesalahan-kesalahan langkah pembentukan terhadap anak didik dapat dihindarkan[3].Contoh Skripsi
      Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru disini didefinisikan sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, memulai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
      Seorang guru memiliki tanggung jawab yang besar dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, guru harus memberikan motivasi kepada siswa. Karena motivasi adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sukses tidaknya segala aktivitas siswa dalam belajar. Dengan motivasi menjadikan siswa giat dalam belajar, oleh karena itu aktivitasnya akan lebih mudah dilakukan apabila ia memiliki suatu rangsangan atau dorongan.Contoh Skripsi
      Guru merupakan salah satu komponen dalam proses mengajar yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia (SDM) potensial dibidang pembangunan. Oleh karena itu, guru harus berperan secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional. Sesuai dengan tuntutan masyarakat yang berkembang, setiap guru bertanggung jawab untuk membawa para siswa pada suatu kedewasaan atau tarap kematangan tertentu[4].
      Sebagaimana dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pendidikan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab[5].Contoh Skripsi
      Bertolak dari UU sistem pendidikan nasional tersebut guru tidak semata-mata sebagai pengajar yang hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pendidik dan pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntut siswa dalam mengajar. Pengarahan disini dapat berupa memberikan motivasi kepada siswa, karena dalam proses belajar mengajar motivasi memegang peranan yang sangat penting. Motivasi tidak dapat dipisahkan dari aktivitas belajar siswa. Siswa tidak akan mempelajari sesuatu bila hal itu tidak menyentuh kebutuhannya.
      Peranan guru dalam proses belajar mengajar dirasakan sangatlah besar pengaruhnya terhadap tingkah laku anak didik. Untuk dapat mengubah tingkah laku anak didik sesuai dengan yang diharapkan maka perlu seorang guru yang professional yaitu guru yang mampu menggunakan seluruh komponen pendidikan sehingga proses belajar mengajar tersebut berjalan dengan baik.
Motivasi atau motif ialah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Atau seperti dikatakan oleh Sartain dalam bukunya “Psychology Understanding of Human Behavior”, motif ialah suatu pernyataan yang kompleks didalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku atau perbuatan ke suatu tujuan[6].Contoh Skripsi
      Dalam soal belajar, motivasi sangat penting. Motivasi adalah syarat mutlak dalam belajar. Sering kali terdapat anak yang malas, suka membolos dan sebagainya. Dalam hal demikian berarti bahwa guru tidak berhasil memberikan motivasi yang tepat untuk mendorong agar ia bekerja dengan segenap tenaga dan pikirannya.
      Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami peserta didik baik ketika peserta didik berada disekolah maupun di lingkungan[7].
      Adapun berdasarkan hasil penelitian terdahulu yaitu: Khusnul Chamidiyah yang judulnya “ Peranan guru dalam memberikan motivasi kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar untuk meningkatkan prestasi belajar di SMP Negeri 4 Batu” pada tahun 2005 menyatakan:
Peranan guru dalam memberikan motivasi siwa yang mengalami kesulitan belajar untuk meningkatkan prestasi belajar sangat bervariasi diantaranya adalah: memberikan jam tambahan pelajaran, memberikan pujian yang berperestasi, adanya buku pedoman, mengadakan ulangan setiap selesai satu pokok bahasan, mengadakan kompetisi cerdas cermat, memanggil mereka atau orang tua mereka kesekolah, melatih mengerjakan soal, adanya pekerjaan rumah (PR), adanya pre test dan post tes serta memberikan sanksi bagi siswa yang tidak mengerjakan tugas. Sedangkan respon siswa disini sangat positif sekali terhadap adanya peranan guru tersebut sehingga prestasi yang dihasilkan oleh siswa yang mengalami kesulitan belajar tersebut sangat memuaskan dan itu semua dapat dilihat dari nilai hasil belajar, ulangan atau nilai raport mereka pada waktu semester satu dibandingkan semeter dua[8].
Safiatoen dengan judul “Usaha guru dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa MAN LamonganPada tahun 2002. Dalam penelitiannya menyatakan:
Bentuk-bentuk usaha guru dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa siswa adalah memberikan tugas, memberikan ganjaran yang berupa pujian, dan hadiah, mengadakan persaingan atau atau kompetisi, memberikan ulangan, memberikan angka atau nilai serta memberikan hukuaman yang bersifat mendidik. Sedangkan langkah-langkah guru dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa adalah mengenali siswa, memperbaiki hubungan dengan siswa, mengajar dengan jelas dan menarik serta memberikan bimbingan belajar. Dari langkah-langkah tersebut yang banyak dilaksanakan oleh guru adalah mengajar dengan jelas dan menarik serta memberikan bimbingan terhadap masalah belajar, bimbingan dalam memilih jurusan baik disekolah maupun perguruan tinggi serta bimbingan terhadap masalah- masalah pribadi atau sosial yang dihadapi siswa[9].

Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis disini akan mengadakan penelitian tentang motivasi belajar pendidikan agama Islam. Adapun yang membedakan dengan skripsi yang terdahulu disini pada penelitian kali ini akan membahas secara terperinci tentang motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa SMK Negeri 1 Bangkalan, yang mana pada skripsi terdahulu menekankan motivasii belajar mata pelajaran secara umum. Pada penelitian ini lebih menekankan pada upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar pendidikan agama Islam. Maka dari itu peneliti akan mengadakan penelitian tentang motivasi belajar di SMK Negeri Bangkalan-Madura yang mana belum pernah diadakan penelitian dari institusi lainnya.
Penelitian (Reseach) dilakukan  di lokasi SMK Negeri Bangkalan, dengan beberapa alasan: Pertama, karena penulis melihat bahwa selama ini upaya guru PAI dalam memotivasi belajar siswa kurang maksimal. Kedua, motivasi belajar siswa dirasakan kurang maksimal sehingga hasil akhir pendidikan kurang memenuhi target.
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka perlu kiranya diadakan suatu penelitian pendidikan. Yang mengangkat suatu topik "UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMK NEGERI 1 BANGKALAN"    
B. Rumusan Masalah
            Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut, maka penulis merumuskan beberapa masalah dalam penelitian ini yaitu:
1.    Bagaimana motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa SMK Negeri 1 Bangkalan
2.    Bagaimana upaya guru PAI dalam meningkatkan motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa di SMK Negeri 1 Bangkalan
3.    Apa faktor-faktor yang dapat menimbulkan motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa
4.    Apa faktor-faktor yang menghambat motivasi belajar pendidikan agama Islam


===================================  
Anda dapat memiliki word/file aslinya
Silahkan download file aslinya setelah menghubungi admin….. klik disini
 Hanya mengganti biaya administrasi pengelolaan webite sebesar,  50.000,- MURAH Meriah
                                                     Anda tidak repot lagi mencari referensi.
                                                     Di jamin asli.contohmakalah








     [1] Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Semarang : Asy-Syifa’, 1998), hlm. 134.
     [2] Zakiah Drajat, Ilmu pendidikan Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 1992), hlm.7-8.

     [3] M. Arifin, Ilmu pendidikan Islam tinjauan teoritis dan praktis berdasarkan pendekatan interliner, (Jakarta : Bumi Aksara, 1994), hlm. 12-13.
     [4] Arifin, Kapita selekta pendidikan (Islam dan Umum) (Jakarta : Bumi Aksara, 1991), hlm. 105.
[5] Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 , Sistem Pendidikan Nasional, (Bandung : Citra Umbara, 2003), hlm. 7.
[6] Ngalim Purwanto, Psikologi Pindidikan , (Bandung : Remaja Rosda Karya, 1999), hlm. 60.

              [7] Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2004), hlm. 63.
     [8] Chamidiyah Khusnul, peranan guru dalam memberikan motivasi kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar untuk meningktakan prestasi belajar di SMP Negeri 4 Batu, (Malang: UIN, 2005), hlm. 122.
     [9] Safiatoen, usaha guru dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa MAN Lamongan, (Malang: UIN,2002), hlm. 80.


No comments:

Post a Comment

Post a Comment

1

2










                 KLIK

translet