SILAHKAN GUNAKAN FASILITAS "SEARCH" pojok kanan atas
untuk mencari judul skripsi yang di inginkan

pemesanan => Hub: 0857-351-08864

Wednesday, June 27, 2012

peranan motivasi guru dalam meningkatkan kerajinan belajar anak didik | Contoh Skripsi



Penulis : -
Kode     :204
Judul     :Peranan Motivasi Guru dalam Meningakatkan Kerajinan Belajar Anak di MTs. Nurul Hidayah Paiton Probolinggo

 -------------------------------------------------
BAB I
PENDAHULUAN

A Latar Belakang Masalah
Dalam usaha meningkatkan kerajinan belajar anak dan usaha mendorong kemajuannya, maka selain dari adanya perubahan sistem/metode yang erat hubungannya dengan proses belajar mengajar (PMB) juga diperlukan adanya motivasi/dorongan dari guru terhadap anak yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Pemberian motivasi dari guru dapat dijadikan alat untuk membangkitkan kerajinan dan kegiatan belajar seperti dikemukakan oleh Prof. Dr. Omar Muhammad At Thomy Asyaibani : bahwa motivasi merupakan salah satu faktor terpenting dalam peningkatan kerajinan belajar.
Pentingnya menjaga motivasi pelajar, minat dan keinginan pada proses belajar. Sebab menggerakkan motivasi yang terpendam ini dan menjaganya dalam pengamalan-pengalaman yang diajukan kepada pelajar dan berbagai aktivitas yang diminta pelajar melakukannya dan juga metode serta cara-cara yang menemaninya dalam menjadikan pelajar ingin belajar lebih aktif. Barang siapa yang bekerja berdasarkan motivasi dalam yang kuat tidak akan lelah dan tidak akan cepat bosan. Oleh karena itu perlulah guru memelihara motivasi pelajar juga segala yang termasuk motivasi seperti kebutuhan, keinginan, minta dan lain-lainnya serta metode dan cara pengajaran supaya dapat menjamin sikap positif pelajar dan kekuasaannya kepada pelajaran. (1989:595).



Di dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab I Pasal I ayat (2) disebutkan bahwa “Pendidikan Nasional adalah pendidikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman”. Pernyataan ini mengandung arti bahwa semua aspek yang terdapat dalam Sistem Pendidikan Nasional akan mencerminkanm aktifitas yang dijiwai oleh Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dan berakar pada nilai-nilai agama serta kebudayaan nasional Indonesia.
Tujuan Pendidikan Nasional yang dimaksud di sini adalah tujuan akhir yang akan dicapai oleh semua lembaga pendidikan, baik formal, non formal, informal yang berada dalam masyarakat dan negara Indonesia.
Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia, sehingga di manapun terdapat masyarakat di situ pula terdapat pendidikan. Dan pendidikan itu sendiri merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat, pemerintah dan keluarga.
Guru mempunyai peran yang cukup besar terhadap pelaksanaan pendidikan bagi anak didiknya, sebab dalam kehidupan sehari-hari anak selalu dididik oleh guru di sekolah. Dengan demikian orang tua diharapkan berperan serta aktif dalam pendidikan anak didiknya dengan mendidik dan memberi motivasi belajar agar mereka memperoleh prestasi yang optimal dan berupaya untuk memenuhi kebutuhan serta bimbingan terhadap anak-anaknya sehingga anak tersebut memiliki sifat-sifat dasar sebagai warga negara yang baik. Hal ini sesuai dengan pendapat W. Sardiman dalam buku Ilmu Pendidikan yang menyatakan bahwa,
Contoh Skripsi
“Pendidikan berarti usaha yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental” (1992:4).

Dengan adanya motivasi dari guru, maka akan timbul semangat dan keaktifan anak didik dalam belajar. Apabila guru tidak mau memberikan dorongan atau motivasi kepada anaknya, maka anak akan mengalami banyak kesulitan dalam belajar. Bagi anak yang memiliki motivasi akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan-kegiatan belajar. Tetapi bagi seorang yang memiliki intelegensi, boleh jadi gagal karena kekurangan motivasi yang tepat. Jadi jelaslah bahwa hasil belajar itu akan optimal apabila ada motivasi yang tepat. Banyak hambatan dan rintangan, baik yang berasal dari luar diri anak didik maupun dari dalam diri anak didik itu sendiri. Oleh sebab itu, dorongan atau motivasi guru sangat diperlukan karena dapat menunjang keberhasilan anak dalam mencapai prestasi di sekolah.
Dalam rangka memperoleh prestasi belajar yang baik, maka diperlukan adanya kebiasaan-kebiasaan belajar yang baik. Misalnya anak terbiasa belajar dengan teratur, tekun, rajin, dan juga perlu ditanamkan kedisiplian. Semua ini dapat diperoleh dari dorongan-dorongan dan pengawasan-pengawasan guru bekerja sama dengan  orang tua, sehingga dapat menemukan keberhasilan dalam belajar dan mencapai prestasi yang tinggi. Dan prestasi belajar dapat diperoleh melalui proses belajar yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan berlangsung dalam waktu tertentu, misalnya dapat berwujud perubahan tingkah laku maupun intelegensinya, jadi tidak benar bila ada anggapan bahwa belajar hanya dapat dilakukan di sekolah saja, melainkan dapat dilakukan pada setiap waktu. Berdasarkan inilah orang tua dapat menilai seberapa jauh mereka memberikan dorongan belajar bagi anak-anaknya agar mencapai hasil yang baik.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka penulis mengadakan penelitian dengan tujuan ingin mengetahui ada tidaknya peranan motivasi guru dalam meningkatkan kerajinan belajar anak didik di MTs. Nurul Hidayah Sumberrejo Paiton Probolinggo.

B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan hal yang sangat penting di dalam kegiatan penelitian, sebab masalah merupakan obyek yang akan diteliti dan dicari jalan keluarnya melalui penelitian. Pernyataan ini relevan dengan yang diungkapkan oleh Suharsimi Arikunto dalam bukunya Prosedur Penelitian suatu Pendekatan mengatakan bahwa : “Masalah mesti merupakan bagian kebutuhan seseorang untuk dipecahkan, orang ingin mengadakan penelitian karena ia ingin mendapatkan pemecahan dari masalah yang dihadapi.” (Surahmad, 1989:22) Contoh Skripsi
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa rumusan masalah sudah menjadi suatu “kebutuhan” dalam sebuah penelitian, karena tanpa rumusan masalah alur dan sistematika penelitian tidak akan menemukan jawaban dari masalah yang sedang diteliti.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan oleh penulis adalah sebagai berikut :
  1. Apakah ada peranan motivasi guru dalam meningkatkan kerajinan belajar anak didik di MTs. Nurul Hidayah Sumberrejo Paiton Probolinggo.
  2. Sejauh manakah peranan motivasi guru dalam meningkatkan kerajinan belajar anak didik di MTs. Nurul Hidayah Sumberrejo Paiton Probolinggo.
C.    Tujuan Penelitian
Menurut Sutrisno Hadi dalam buku Statistik II, menyatakan bahwa “Suatu penelitian khususnya dalam ilmu pengetahuan pada umumnya bertujuan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu ilmu pengetahuan (1983:51). Sedangkan Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa “Tujuan penelitian sama dengan jawaban yang dikehendaki dalam problematika” (1983:42).
Jadi jelaslah bahwa tujuan penelitian adalah untuk menemukan suatu bukti kebenaran ilmu pengetahuan sesuai dengan problematika penelitian.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, dan sesuai dengan masalah yang diajukan, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
  1. Ada atau tidak ada peranan motivasi guru dalam meningkatkan kerajinan belajar anak didik di MTs. Nurul Hidayah Sumberrejo Paiton Probolinggo.
  2. Sejauh mana tingkat peranan motivasi guru dalam meningkatkan kerajinan belajar anak didik di MTs. Nurul Hidayah Sumberrejo Paiton Probolinggo.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

1

2










                 KLIK

translet