Penulis : -
Kode :157
Judul : Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (Mbs) Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di Smp Negeri 13 Malang
-------------------------------------------------
BAB I
PENDAHULUAN
Matematika sangat
berperan dalam kehidupan sehari-hari, salah satu
contoh adalah perhitungan pada transaksi jual beli dipasar sampai penghitungan
bahasa mesin pada komputer, dari hal-hal yang sangat sederhana sampai pada
hal-hal yang sangat kompleks. Matematika berperan sangat penting dalam
persiapan untuk memberikan bekal agar dapat berfungsi secara efektif dalam
jaman teknologi pada setiap aspek kehidupan bersama. Kurikulum
pembelajaran matematika di sekolah mengatakan bahwa tujuan diberikannya
pembelajaran matematika di sekolah adalah agar siswa sanggup menghadapi
perubahan keadaan di dalam masyarakat yang selalu berkembang melalui
latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat,
jujur, efisien dan efektif.
contoh adalah perhitungan pada transaksi jual beli dipasar sampai penghitungan
bahasa mesin pada komputer, dari hal-hal yang sangat sederhana sampai pada
hal-hal yang sangat kompleks. Matematika berperan sangat penting dalam
persiapan untuk memberikan bekal agar dapat berfungsi secara efektif dalam
jaman teknologi pada setiap aspek kehidupan bersama. Kurikulum
pembelajaran matematika di sekolah mengatakan bahwa tujuan diberikannya
pembelajaran matematika di sekolah adalah agar siswa sanggup menghadapi
perubahan keadaan di dalam masyarakat yang selalu berkembang melalui
latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat,
jujur, efisien dan efektif.
Menurut Hudojo (1988 : 1) matematika
merupakan disiplin ilmu yang
mempunyai sifat khas dibandingkan dengan disiplin ilmu yang lain. Salah satu
kekhasannya adalah bersifat abstrak, deduktif dan aksiomatik. Karena
kekhasannya tersebut, seringkali siswa mengalami kesulitan dalam belajar
matematika, padahal matematika mempunyai peranan penting dalam
pengembangan IPTEK. Menurut Hudojo (1994 : 2) matematika merupakan
pengetahuan yang ensensial sebagai dasar untuk bekerja seumur hidup dalam
eraglobalisasi. Dengan demikian, penguasaan tertentu terhadap matematika
diperlukan bagi siswa sebagai bekal mamasuki abad globalisasi.
mempunyai sifat khas dibandingkan dengan disiplin ilmu yang lain. Salah satu
kekhasannya adalah bersifat abstrak, deduktif dan aksiomatik. Karena
kekhasannya tersebut, seringkali siswa mengalami kesulitan dalam belajar
matematika, padahal matematika mempunyai peranan penting dalam
pengembangan IPTEK. Menurut Hudojo (1994 : 2) matematika merupakan
pengetahuan yang ensensial sebagai dasar untuk bekerja seumur hidup dalam
eraglobalisasi. Dengan demikian, penguasaan tertentu terhadap matematika
diperlukan bagi siswa sebagai bekal mamasuki abad globalisasi.
1 
2
Persepsi merupakan
proses yang menyangkut masuknya
pesan atau
informasi ke dalam otaknya, sehingga manusia dapat mengadakan interaksi
dengan lingkungan melalui panca indranya (Slameto, 1995 :102). Perespsi
informasi ke dalam otaknya, sehingga manusia dapat mengadakan interaksi
dengan lingkungan melalui panca indranya (Slameto, 1995 :102). Perespsi
merupakan
soal bagaimana individu
melihat lingkungan sesuai
dengan
kepentingan atau sudut pandangnya sendiri hal itu penting atau tidak.Proses
tersebut terjadi saat indera manusia menangkap stimulus dan
kepentingan atau sudut pandangnya sendiri hal itu penting atau tidak.Proses
tersebut terjadi saat indera manusia menangkap stimulus dan
mengasimilasikannya dengan pengetahuan yang
telah ada sebelumnya.Dari beberapa perbedaan pengetahuan yang dimiliki
oleh beberapa individu tersebut maka muncul suatu persepsi yang berbeda
dari setiap individu tentang memaknai matematika.
Setiap guru
memahami bahwa tidak semua siswa dapat mempelajari apa-
apa yang ingin dicapai oleh setiap guru. Pembelajaran individual bukanlah
semata-mata pembelajaran yang hanya ditujukan kepada seorang saja,
melainkan dapat ditujukan kepada sekelompok siswa atau kelas, namun dengan
mengakui dan melayani perbedaan-perbedaan siswa, sehingga pembelajaran itu
memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing siswa secara optimal.
apa yang ingin dicapai oleh setiap guru. Pembelajaran individual bukanlah
semata-mata pembelajaran yang hanya ditujukan kepada seorang saja,
melainkan dapat ditujukan kepada sekelompok siswa atau kelas, namun dengan
mengakui dan melayani perbedaan-perbedaan siswa, sehingga pembelajaran itu
memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing siswa secara optimal.
Dalam pembahasan
tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan hasil
belajar siswa di sekolah terdapat karakteristik siswa berhubungan dengan
perilaku belajarnya di kelas. Yang dimaksud dengan perilaku belajar di kelas
adalah segala aktifitas siswa di kelas yang ada kaitannya dengan pembelajaran,
misalnya, memperhatikan (mendengarkan dan menyimak ) penjelasan guru,
membaca materi pelajaran, mencatat penjelasan guru, mengajukan pertanyaan
dan melakukan diskusi kelas. Slameto (1995 : 103) menyatakan bahwa,
belajar siswa di sekolah terdapat karakteristik siswa berhubungan dengan
perilaku belajarnya di kelas. Yang dimaksud dengan perilaku belajar di kelas
adalah segala aktifitas siswa di kelas yang ada kaitannya dengan pembelajaran,
misalnya, memperhatikan (mendengarkan dan menyimak ) penjelasan guru,
membaca materi pelajaran, mencatat penjelasan guru, mengajukan pertanyaan
dan melakukan diskusi kelas. Slameto (1995 : 103) menyatakan bahwa,
karakteristik siswa meliputi berbagai hal,
misal inteligensi, bakat, motivasi,
kelas sosial, tingkat aspirasi, persepsi dan sikap. Tinggi atau rendahnya hasil
kelas sosial, tingkat aspirasi, persepsi dan sikap. Tinggi atau rendahnya hasil
3
belajar
siswa dan positif atau negatifnya perilaku
belajar siswa di
kelas
berkaitan dengan karakteristik siswa tersebut. Dengan demikian rendahnya hasil
belajar siswa dan banyaknya kejadian perilaku negatif siswa ketika belajar di
kelas. Misalnya, membolos, tidak membuat tugas, dan tidak mendengarkan
penjelasan guru, ada kaitannya dengan karakteristik siswa, salah satunya adalah
persepsi.
berkaitan dengan karakteristik siswa tersebut. Dengan demikian rendahnya hasil
belajar siswa dan banyaknya kejadian perilaku negatif siswa ketika belajar di
kelas. Misalnya, membolos, tidak membuat tugas, dan tidak mendengarkan
penjelasan guru, ada kaitannya dengan karakteristik siswa, salah satunya adalah
persepsi.
Berdasarkan hal-hal
yang telah dikemukakan diatas maka perlu kiranya diteliti masalah “
Pengaruh persepsi siswa tentang matematika terhadap hasil belajar matematika”.
1.2
Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, rumusan masalah yang diambil adalah :
1. Bagaimana
persepsi siswa tentang matematika di SMP Muhammadiyah I
Malang?
Malang?
2. Apakah ada
pengaruh persepsi siswa tentang matematika
dengan hasil
belajar matematika di SMP Muhammadiyah I Malang ?
belajar matematika di SMP Muhammadiyah I Malang ?
No comments:
Post a Comment