YERUSALEM — Israel dan Hamas melanjutkan
saling serang dengan sengit, hari Sabtu, sementara pasukan Israel
berkumpul di perbatasan Gaza, bersiap akan kemungkinan serangan darat.
Militer Israel melancarkan lebih dari 200 serangan udara terhadap Jalur
Gaza yang dikuasai Hamas hari Sabtu, menarget gedung-gedung pemerintah
termasuk kantor Perdana Menteri Ismail Haniyeh dan Kabinet Hamas.
Haniyeh tidak berada di sana ketika itu. Misil Israel juga menghantam
lokasi-lokasi peluncuran roket dan terowongan-terowongan penyelundupan
senjata.
Juru bicara pemerintah Israel Mark Regev mengatakan, tujuan serangan itu
untuk mengakhiri serangan roket ke Israel. “Kami bertindak sekarang
untuk menciptakan situasi di mana Hamas mengerti bahwa mereka tidak
boleh menyerang warga sipil Israel. Kami ingin menciptakan perdamain dan
ketenangan bagi warga di selatan, bagi seluruh rakyat Israel. Saya rasa
tujuan itu bisa tercapai,” tegasnya.
Hamas yang diserang habis-habisan terus berusaha menyerang balik.
Suara sirine serangan udara bergema di Israel selatan, ketika
orang-orang Palestina menembakkan puluhan roket ke seberang perbatasan
Gaza. Suara sirine itu membuat warga Israel berlarian ke tempat-tempat
perlindungan , sehingga jalan-jalan menjadi lengang.
Khalil al Hayya, seorang pemimpin Hamas di Gaza, mengatakan, Palestina
bertindak untuk membela diri dan tidak akan menyerah. Ia mengatakan,
“negara Zionis membunuh laki-laki, perempuan, dan anak-anak … dan perang
tidak akan berakhir sampai Palestina dan Yerusalem merdeka.’
Operasi udara Israel dimulai Rabu dengan membunuh pemimpin militer Hamas
dalam sebuah serangan udara, setelah serangan roket beberapa hari.
Setelah itu, serangan udara Israel di Jalur Gaza dan serangan roket
Hamas ke Israel semakin gencar.
Konflik itu meningkat hari Jumat, ketika Palestina menembakkan roket
yang jatuh di dekat Yerusalem untuk pertama kalinya. Beberapa roket juga
ditembakkan ke Tel aviv. Kedua kota itu sebelumnya tidak bisa dicapai
oleh roket-roket Palestina. Namun, Hamas menyelundupkan roket-roket
jarak jauh buatan Iran.
Karena roket-roket yang ditembakkan dari Gaza tidak henti-hentinya,
kabinet Isreal mengizinkan militer untuk mengaktifkan 75.000 tentara
cadangan.
Israel telah menempatkan tank-tank dan berbagai kendaraan lain berlapis
baja di perbatasan serta menutup jalan-jalan utama di sekitar Jalur
Gaza. Itu mengisyaratkan Israel siap melancarkan serangan darat ke
wilayah Palestina.
Pejabat-pejabat Palestina mengatakan sudah 40 orang tewas di Gaza,
termasuk militan dan warga sipil, sejak Israel memulai serangan-serangan
udaranya beberapa hari lalu. Roket-roket Hamas menewaskan tiga warga
sipil Israel. Sekitar 10 warga Israel termasuk sejumlah tentara
luka-luka akibat serangan roket hari Sabtu.
Selagi pertempuran hari keempat berkobar, Presiden Amerika Barack Obama
terus menekan Mesir, Turki dan negara-negara lain yang mampu
mempengaruhi Hamas agar membantu mewujudkan gencatan senjata. Berbicara
kepada wartawan yang menyertai Presiden ke Asia Tenggara, Deputi
Penasihat Keamanan Nasional Ben Rhodes mengulangi sikap Amerika bahwa
Israel berhak mempertahankan diri terhadap serangan roket dari Gaza. Ia
mengatakan, presiden telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel
Benjamin Netanyahu melalui telepon serta Presiden Mesir Mohamad Morsi
dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan.
Sabtu malam, menteri-menteri luar negeri Liga Arab di Kairo bertemu
dalam sidang darurat guna membahas tanggapan Arab terhadap pertempuran
itu. Secara terpisah, Presiden Mesir Morsi menjadi tuan rumah pertemuan
hari Sabtu dengan para pemimpin Turki dan Qatar guna mengoordinasikan
pengiriman bantuan darurat ke Gaza.

No comments:
Post a Comment